Usia kemerdekaan Indonesia kini sudah mencapai 64 tahun. Sejak diproklamirkan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 2009, upaya untuk mencapai cita-cita sebagai negara dan bangsa yang aman, makmur, dan sejahtera terus dilakukan oleh pemerintahan yang silih berganti.Tanpa mengesampingkan upaya yang dilakukan bangsa Indonesia selama 64 tahun, fakta sesungguhnya masih begitu banyak anak bangsa yang belum menikmati kemerdekaan dalam artian sesungguhnya. Masih banyak rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan, kesulitan mendapat pekerjaan, dan masih dililit kebodohan.
Sejumlah jaminan hidup lebih baik bagi rakyat Indonesia yang dituangkan dalam Undang Undang Dasar 45, hingga kini sepertinya belum terwujud sepenuhnya. Misalnya jaminan pendidikan, jaminan kesehatan, jaminan hari tua, bahkan jaminan kebebasan memeluk agama.
Ketidakmampuan negara memberikan jaminan itulah yang membuat angka kemiskinan dan pengangguran tinggi. Ketidakmampuan menghadapi tuntutan ekonomi ini mengakibatkan dampak yang tidak diinginkan. Angka kejahatan tinggi, muncul pengemis dan gelandangan, bahkan banyak yang akhirnya mencari jalan pintas dengan menjadi pelacur.
Di sisi lain, begitu banyak pula anak bangsa yang hidup dalam kemewahan karena dipengaruhi unsur korupsi, kolusi, dan nepotisme. Rakyat Indonesia pun belum sepenuhnya berada dalam satu kesatuan sebagai bangsa Indonesia . Masih ada garis yang menyekat rakyat Indonesia seakan-akan Indonesia itu bukan NKRI.Faktanya begitu banyak. Banyak warga yang kesulitan menjadi pegawai negeri sipil karena dia penganut agama minoritas, berasal dari daerah lain, berasal dari suku atau ras lain, dan sebagainya. Meski pun secara kemampuan dan kesiapan orang yang dinomorduakan itu jauh lebih mampu.
Jaminan memeluk agama pun masih terkesan setengah-setengah. Di sejumlah daerah bahkan di wilayah sekitaran Ibukota Jakarta pun banyak pemeluk agama tertentu kesulitan mendapat izin membangun tempat ibadahnya. Aturan yang ada terkesan sengaja dibuat untuk mempersulit. Misalnya, hanya karena keberatan segelintir warga saja, sebuah tempat ibadah, misalnya gereja, dengan mudah dibongkar kembali.
Jika merefleksikan kemerdekaan secara obyektif, jawabannya masih begitu banyak pekerjaan yang harus dilakukan agar Indonesia benar-benar merdeka. Apakah bangsa Indonesia bisa merasakan merdeka dalam makna sesungguhnya? Jawabnya tentu saja bisa jika bangsa Indonesia benar-benar bersatu dalam kesatuan yang utuh sebagai satu nusa, satu bangsa, satu bahasa .
Negara Indonesia kini sudah berusia 64 tahun. Di usia yang sudah terbilang cukup tua ini bangsa dan negara Indonesia perlu kembali merenungkan agar muncul kembali tujuan dari kemerdekaan yang dicita-citakan para pejuang.(*/RN/DAL)
Indonesia Merdeka
August 21, 2009 by bocahkawanua


indonesia merdeka… tapi ekonomi bangsa nggak pernah mau merdeka…
kebanyakan pejabat dan pemimpin-pemimpin bangsa yang sepatutnya menjadi suri teladan dan tolak ukur bangsa malah hanya mementingkan kemerdekaan diri mereka masing masing alias memerdekakan kantung mereka sendiri…
tidak memikirkan nasib bangsa dan rakyatnya ke depan…
kalau benar benar indonesia merdeka,,,,,
masa kita diinjak injak MALAYSIA yang tak tau adat itu….
mencuri seluruh khasana budaya bangsa kita dengan seenaknya mematenkan hasil karya budaya INDONESIA
indoneia bangit donk dan lawan