Jaleswari Pramodhawardani, peneliti LIPI dan The Indonesian Institute mencatat bahwa perayaan Hari Antikorupsi Internasional kali ini amat khusus, karena sejak beberapa terakhir diwarnai ketegangan antara Istana Presiden dan kalangan aktivis antikorupsi. Juga ditandai dengan kembalinya Bibit-Chandra ke pangkuan KPK dan desakan untuk transparansi kasus Bank Century.
Momentum ini,bisa dimaknai sebagai simbol perjuangan publik menegakkan keadilan melawan korupsi. Korupsi, yang umumnya didefinisikan sebagai ‘penyalahgunaan jabatan publik untuk kepentingan pribadi’, merupakan salah satu kejahatan sosial terbesar kita.
Harus kita akui, peringatan hari antikorupsi amat berkaitan dengan nuansa pemrosesan hukum atas skandal Bank Century. Berbagai kalangan menyerukan agar proses penyelesaian hukum atas skandal Bank Century perlu mendapat pengawalan. Sejumlah tokoh mewanti-wanti agar setiap proses yang ada tidak lesu darah, lumpuh, masuk angin, dan dapat dilakukan secara transparan. Kekhawatiran ini memiliki dasar mengingat proses hukum pada masa lampau kerap kandas karena ada berbagai kompromisme. Berbagai kekusutan yang ditimbulkan Bank Century diharapkan dapat terkuak dan pihak-pihak yang harus bertanggung jawab bisa dimintakan pertanggungjawabannya sesuai kesalahannya.
Seiring dengan itu, kesabaran publik tentu amat diharapkan. Publik diharapkan tidak terlalu terburu-buru menghakimi ujung penyelesaian berbagai masalah hukum yang ada.
Sejauh ini, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto berkomitmen terus memberantas korupsi, termasuk mengungkap kasus Bank Century. Sebelum dinonaktifkan, mereka telah menyelidiki kasus Bank Century dan menemukan indikasi awal adanya korupsi.
Memang KPK sudah melihat, ada indikasi awal tindak pidana korupsi. Untuk lebih jelasnya, KPK sudah minta audit investigatif BPK (Badan Pemeriksa Keuangan).
Dalam pernyataan khusus terkait peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di Istana Merdeka, Selasa (8/12), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, pemberantasan korupsi bukan sekadar dimaksudkan menyelamatkan uang rakyat, tetapi juga untuk membangun kesadaran baru bahwa korupsi adalah pengkhianatan terhadap amanat penderitaan rakyat. SBY menegaskan bahwa korupsi adalah musuh kita semua.
Terkait dengan kasus Bank Century, Presiden menegaskan, ia akan mendukung sepenuhnya penanganan kasus itu. Presiden meminta semua pihak menghormati langkah politik pengungkapan masalah Bank Century melalui hak angket di DPR dan langkah hukum yang sedang berlangsung.
Dalam hal pemberataan korupsi di negeri ini, peningkatan yang sangat baik dalam akselerasi pemberantasan korupsi, telah dicapai Indonesia sejak 2004. Hal ini, antara lain, terbukti dengan pencapaian indeks persepsi korupsi berdasarkan survei Transparansi Internasional yang meningkat dari 2,0 pada 2004 menjadi 2,8 pada 2009.
Mantan Sekjen PBB Kofi Annan menyatakan, korupsi telah merugikan kaum miskin dengan mengalihkan dana yang ditujukan untuk pembangunan, melemahkan kemampuan pemerintah untuk menyediakan layanan dasar, dan menghalangi bantuan atau investasi asing.
Karena itu, hubungan antara korupsi dan HAM sering dianggap sebagai satu mata uang dengan dua sisi. Artinya, korupsi yang melumpuhkan suatu negara merupakan pertemuan antara kewajiban negara untuk menghormati, memenuhi, dan melindungi HAM warga negaranya di satu sisi dan sekaligus pengabaian untuk pemenuhan kewajiban tersebut di lain sisi.
Di sinilah makna peringatan Hari Antikorupsi Internasional bagi bangsa kita. Korupsi harus dibasmi, meski ada perlawanan keras dari para koruptor yang umumnya melibatkan pejabat, dunia usaha, politisi dan kekuasaan. Indonesia bakal maju jika korupsi dapat ditekan semaksimal mungkin, jika tak bisa dihilangkan seluruhnya. Masyarakat madani merupakan tulang punggung dalam pembasmian korupsi.(*/mor/inilah.com)



Assalamu alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Wahai Saudaraku sekalian di seluruh penjuru Dunia maya,
Akhir-akhir ini, banyak orang dari berbagai penjuru dunia sedang memperingati Hari Anti Korupsi Internasional.
Hari peringatan yang bertepatan dengan maraknya pembahasan tentang kasus penggelapan dana Bank Century di negeri kita.
Dan juga termasuk salah satu hari yang memuakkan bagi saya.
Hari yang memuakkan, dimana kita memperingati suatu perbuatan yang sangat memalukan, KORUPSI!
Kenapa juga kita harus memperingati jasa-jasa para koruptor yang telah membantu penghancuran kehidupan umat? He he he…
Untuk selengkapnya, baca di:
http://dir88gun0w.blogspot.com/2009/12/corruption-day.html
_____________________________________
INDONESIA GO KHILAFAH 2010
“Begin the Revolution with Basmallah”