Feeds:
Posts
Comments

Archive for July, 2009

Wawasan pecinta alam adalah cara pandang, cara berpikir dan persepsi seorang pecinta alam dalam melaksanakan kegiatannya di alam terbuka. Wawasan cinta alam merupakan pengarah dalam setiap tindakan yang akan dilakukan di alam terbuka dan dalam kehidupan pecinta alam. Dasar dari wawasan pecinta alam adalah hakekat kita sebagai manusia yang diciptakan tuhan yang bertanggung jawab terhadap Tuhan, masyarakat, Negara, dan bertanggung jawab untuk melestarikan alam serta perasaan sesame pecinta alam sebagai suatu keluarga/saudara. Itu semua telah dijabarkan secara lengkap dalam kode etik pecinta alam Indonesia.
Bagian pertama kode etik menjelaskan akan kesadaran pecinta akan kebesaran tuhan yang telah menciptakan alam dan segala isinya, kesadaran akan tanggung jawabnya sebagai makhluk ciptaan yang harus bersosialisasi dan memiliki rasa kebangsaan, serta kesadaran akan persaudaraan yang erat sesama pecinta alam yang mencintai alam yang dianugerahkan tuhan yang maha esa.
Bagian kedua kode etik pecinta alam adalah pernyataan dari pecinta alam setelah ia sadar akan hakekatnya. Terdapat enam pernyataan yang intinya menunjukkan hubungannya dengan tuhan, alam, dan sesama manusia.
Sebagai pecinta alam kode etik ini harus dipahami, dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai diatas bukan hanya diterapkan di hutan, nilai-nilai tersebut harus dilaksanakan dalam peran kehidupan kita sehari-hari dalam masyarakat. (more…)

Read Full Post »

Peta Bunaken

Peta Bunaken

Disaat dunia terkena dampak krisis finansial di Amerika Serikat termasuk Indonesia dan suhu politik jelang Pemilu Legislatif sedang panas,Manado Kota Tinutuuan justru sukses menggelar event bertaraf Internasional yaitu WOC dan CTI summit pada tanggal 11 hingga 15 Mei 2009.
Event ini menuai sukses besar karena bisa berjalan dengan aman dan lancar juga menghasilkan sebuah rumusan yang kelak berguna bagi kelestarian laut di dunia untuk jangka waktu yang panjang, berhasil menunjukkan kalau Indonesia sebagai negara aman di saat suhu keamanan dan politik dalam negeri berada dalam kondisi yang panas.
Tapi yang sangat disesalkan, upaya membuktikan bahwa Indonesia itu aman dirusak oleh teroris biadab lewat bom bunuh diri di dua hotel kenamaan di ibukota yang bertaraf internasional di kawasan pusat bisnis Mega Kuningan Jakarta, JW Marriot dan Ritz Carlton.
Citra Indonesia sebagai negara aman setelah dicederai sejumlah aksi bom oleh teroris beberapa tahun silam kembali tercoreng. Apalagi saat ini suhu politik di tingkat elite politik terkait hasil Pilpres ikut membuat keadaan tidak menentu bahkan pada tingkat paling berbahaya bisa terjadi disintegrasi Indonesia.
Dan dalam situasi ini, Kota Manado kembali menjadi tolak ukur di mata dunia melalui ajang fistival bahari tingkat dunia, Sail Bunaken. Ajang yang akan berlangsung 12-20 Agustus 2008 ini akan dihadiri utusan dari 33 negara bersama kapal-kapal mereka.

Maskot Sail Bunaken 2009

Maskot Sail Bunaken 2009

Dapat dikatakan ajang ini tidak lagi sebagai sebuah festival berupa parade kapal-kapal, tetapi sudah menjadi pertaruhan nama baik bangsa dan negara Indonesia. Melihat beban yang sangat besar pada ajang ini, artiya harga mati event Sail Bunaken harus berlangsung sukses.
Tak heran kalau perhatian Pemerintah Pusat terhadap ajang ini sangat besar. Namun hal itu akan menjadi sia-sia kalau saja masyarakat Kota Manado tidak memberikan perannya. Peran masyarakat itu bisa dilakukan dengan berbagai hal sesuai dengan porsi dan kemampuannya masing-masing, mulai dari menciptakan lingkungan bersih, menjaga ketertiban, sampai mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut tamu-tamu yang datang dari berbagai negara. (more…)

Read Full Post »

Generasi muda adalah genarasi penerus bangsa. Namun kata-kata itu semua mulai berubah arah seiring dengan perkembangan zaman. Disaat bangsa kita sedang dalam kondisi terpuruk yang sebenarnya membutuhkan generasi muda yang energik,kompeten,dan memiliki intelektual tinggi malah yang didapatkan adalah hal yang sebaliknya. Sekarang ini banyak remaja yang nantinya akan menjadi penerus bangsa sudah mulai berprilaku yang tidak sesuai dengan harapan bangsa ke depan. Kita tidak bisa hanya mengurut dada menyaksikan pola pergaulan remaja masa kini. Saatnya untuk bertindak melakukan terobosan aktif untuk mencegah perilaku negatif anak-anak kita sebelum segalanya terlambat.
Razia yang marak dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja saat ini khususnya di kota Bitung, telah berhasil menjaring danmengamankan banyak baik dari siswa sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) bahkan ada juga yang dari SMP tengah bolos disaat jam pelajaran yang sedang berlangsung di sekolah.
Tidak sedikit barang “haram” yang ditemukan oleh pihak terkait terhadap siswa-siswa yang ditangkap. Selain rokok dan minuman keras yang ada di dalam tas para siswa yang paling mengejutkan adalah ditemukannya kondom di antara para remaja itu . Kondisi ini jelas menggambarkan bahwa para remaja yang masih sangat belia itu sudah mulai terlibat dengan namanya seks bebas atau lebih populer dengan nama “free sex”. (more…)

Read Full Post »

Setelah Perang Dingin berakhir dan hancurnya Uni Soviet, tidak serta merta merubah nilai negara Dunia Ketiga bagi Kepentingan Amerika Serikat dan juga bagi stabilitas dunia secara umum. Pemerintah AS sepertinya harus berkonsentrasi terhadap perkembangan negara dunia ketiga karena mereka lebih mudah mengalami konflik dan perang dibandingkan negara-negara lainnya. Dan sebagian besar negara dunia ketiga ini merupakan kawasan yang penting bagi ekonomi negara-negara Barat (seperti Teluk Persia), negara sekutu AS dan bagi AS Sendiri. Apalagi, kemungkinan terjadinya perang di negara dunia ketiga sangat tinggi karena memiliki karakter wilayah yang tidak stabil. Hal ini dapat memancing terjadinya konflik internal dan kemudian meluas menjadi konflik internasional. Secara umum, inilah yang menjadi perhatian AS, agar tidak sampai berdampak negatif bagi kepentingan-kepentingan nasionalnya.
Perningkatan Kapabilitas Negara Dunia Ketiga: Ancaman bagi Kepentingan AS.
Kecenderungan negara dunia ketiga yang tidak stabil dan rentan konflik, sesungguhnya tidak menjadi perhatian utama AS. Akan tetapi, kecenderungan tersebut juga diiringi dengan peningkatan ancaman terhadap kepentingan AS dan sekutunya. Hal ini dapat dilihat dari:
Pertama, ketergantungan AS akan impor minyak yang telah sampai pada tahap dimana untuk pertamakalinya suplai minyak dari luar negeri memenuhi setengah atau 50% kebutuhan industri-nya. Sekutu AS, Eropa Barat, bahkan lebih parah karena membutuhkan lebih dari 60% impor minyak. Hal ini, nilainya setara dengan nilai keseluruhan kebutuhan minyak Jepang. Permintaan (demand) atas minyak ini akan terus meningkat seperti juga tumbuhnya negara-negara industri baru, terutama di kawasan Asia. Sementara itu, supply minyak tidak mungkin dapat mengimbangi demand yang terus meningkat. (more…)

Read Full Post »

Film bertema olahraga buatan lokal akhirnya bisa ditayangkan di bioskop yang ada di Indonesia. Mengangkat tema sepakbola, “Garuda di Dadaku” diharap jadi inspirasi buat anak bangsa mewujudkan mimpi (menjadi pesepakbola).
Garuda di Dadaku yang temanya berpusat pada sepakbola, Romeo and Juliet lebih menyoroti kehidupan kelompok fans di Indonesia, yang dalam hal ini adalah The Jak Mania dan Viking Bandung.
‘Garuda di Dadaku’ merupakan film bertema sepakbola yang ditujukan untuk anak-anak. Film garapan Ifa Isfansyah ini pun tak hanya menghibur, namun mampu memberikan inspirasi kepada anak bangsa untuk bisa mewujudkan mimpinya.
‘Garuda di Dadaku’ menampilkan perjalanan Bayu (Emir Mahira), seorang bocah yang mengejar impian menjadi pemain sepakbola nasional yang terhalang oleh berbagai rintangan. Namun rintangan itu tak membuat Bayu patah semangat. Bocah itu tetap berjuang untuk bisa memakai seragam timnas Indonesia
Untuk mewujudkan mimpinya itu, Bayu tidak sendirian. Ia pun mendapatkan dukungan Heri (Aldo Tansiani), temannya. Heri selalu memberi dukungan keuangan supaya Bayu bisa masuk ke Sekolah Sepak Bola Arsenal. Sayang, Bayu tidak pernah mendapat dukungan dari sang kakek, Usman (Ikranagara).
Bayu harus melewati seleksi untuk bisa masuk di sekolah itu. Secara sembunyi-sembunyi Bayu berlatih di kuburan. Nah, berhasilkah Bayu memakai kostum merah-putih? Jawabannya hanya ada di ‘Garuda di Dadaku’. (more…)

Read Full Post »

Kota Manado sedang merintis jalan menuju Kota Pariwisata Dunia 2010 yang sudah dicanangkan. Manado terus bersolek agar semakin cantik dan menarik. Masyarakatnya juga open minded. Pada dasarnya kota ini sudah memiliki aneka daya tarik sebagai destinasi wisata bagi turis domestik maupun mancanegara.
Sebagai kota terbesar di Sulawesi Utara, sekaligus sebagai ibukota provinsi, Manado menjadi hub bagi kota-kota lain di Sulut. Termasuk tempat transit turis sebelum menuju lokasi-lokasi pariwisata di kota-kota sekitar.
Sebagai sebuah kota yang sedang bertumbuh cukup cepat, berbagai segi kehidupan juga ikut menggeliat. Layaknya sebuah kota, sisi-sisi negatif ikut membonceng. Kriminalitas makin sering terjadi. Perkelahian antarkelompok, pembunuhan, pencurian, narkotik, pesta minuman keras berujung kekerasan, dan lainnya. Kini bahkan ada penjahat “impor” dari daerah lain yang datang dan beroperasi di Manado dan sekitarnya. Seperti kasus percobaan pencurian yang dialami Ketua Gapensi Manado, baru-baru ini.
Padahal, faktor penting dan mendasar bagi sebuah kota tujuan wisata adalah keamanan dan kenyamanan, selain keindahan alam dan atraksi budayanya. Wisatawan yang berkunjung pasti merasakan kenyamanan bila tempat itu aman. Dia tidak merasa terancam oleh berbagai-bagai tindak kriminlitas. Sekarang mungkin baru warga lokal, atau minimal sesama rakyat Indonesia, yang menyaksikan atau menjadi korban kriminalitas. Tapi siapa tahu nanti akan mengenai tamu asing. Sungguh akan menjadi promosi yang sangat buruk dan bisa mengkandaskan rencana Manado sebagai sebuah kota tujuan pariwisata bertaraf internasional.

Satu langkah yang perlu kita siapkan adalah membentuk polisi pariwisata.

Beberapa kota di Indonesia sudah memilikinya. Misalnya Pulau Bali dan Batam. Para polisi pariwisata dengan seragam khusus yang lebih menarik, sikap yang ramah, dan murah senyum, tapi mampu bertindak tegas dan keras ketika berhadapan dengan pihak-pihak yang coba-coba melakukan tindakan kriminal.
Pemerintah Kota Manado perlu menjalin kerja sama dengan kepolisian, dalam hal ini Poltabes Manado, agar membentuk polisi pariwisata. Kehadiran polisi pariwisata di lokasi-lokasi strategis akan memberikan rasa aman kepada tetamu, terutama wisatawan asing yang berkunjung ke kota ini.
Apalagi di tengah situasi seperti saat ini. Ledakkan bom oleh kelompok teroris di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Jakarta, mengguncang sektor pariwisata di seluruh Indonesia. Paling tidak 15 ribu turis asing yang sudah bersiap-siap berwisata ke Indonesia langsung membatalkan kedatangannya. Klub sepakbola Inggris, Manchester United, sekonyong-konyong membatalkan kedatangan mereka ke Jakarta atas alasan keamanan. (more…)

Read Full Post »

Dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden menolak tandatangan penetapan hasil pemilihan presiden oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Capres-cawares nomor urut satu, Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto bersama capres-cawapres nomor urut tiga, Jusuf Kalla dan Wiranto, keberatan karena banyaknya indikasi kecurangan pada pelaksanaan Pilpres pada 8 Juli 2009.
Kendati menolak tandatangan, pasangan JK-Wiranto menghadiri undangan KPU pada saat penetapan hasil pilpres. Juga tetap mengakui kemenangan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono sebagai presiden dan wakil presiden periode 209-2014. Sedangkan pasangan Mega- Prabowo menegaskan tidak akan memenuhi undangan tersebut. Kondisi seperti ini terasa mengurangi legitimasi dari pasangan terpilih.
(more…)

Read Full Post »

Older Posts »