Feeds:
Posts
Comments

Archive for July 28th, 2009

Setelah Perang Dingin berakhir dan hancurnya Uni Soviet, tidak serta merta merubah nilai negara Dunia Ketiga bagi Kepentingan Amerika Serikat dan juga bagi stabilitas dunia secara umum. Pemerintah AS sepertinya harus berkonsentrasi terhadap perkembangan negara dunia ketiga karena mereka lebih mudah mengalami konflik dan perang dibandingkan negara-negara lainnya. Dan sebagian besar negara dunia ketiga ini merupakan kawasan yang penting bagi ekonomi negara-negara Barat (seperti Teluk Persia), negara sekutu AS dan bagi AS Sendiri. Apalagi, kemungkinan terjadinya perang di negara dunia ketiga sangat tinggi karena memiliki karakter wilayah yang tidak stabil. Hal ini dapat memancing terjadinya konflik internal dan kemudian meluas menjadi konflik internasional. Secara umum, inilah yang menjadi perhatian AS, agar tidak sampai berdampak negatif bagi kepentingan-kepentingan nasionalnya.
Perningkatan Kapabilitas Negara Dunia Ketiga: Ancaman bagi Kepentingan AS.
Kecenderungan negara dunia ketiga yang tidak stabil dan rentan konflik, sesungguhnya tidak menjadi perhatian utama AS. Akan tetapi, kecenderungan tersebut juga diiringi dengan peningkatan ancaman terhadap kepentingan AS dan sekutunya. Hal ini dapat dilihat dari:
Pertama, ketergantungan AS akan impor minyak yang telah sampai pada tahap dimana untuk pertamakalinya suplai minyak dari luar negeri memenuhi setengah atau 50% kebutuhan industri-nya. Sekutu AS, Eropa Barat, bahkan lebih parah karena membutuhkan lebih dari 60% impor minyak. Hal ini, nilainya setara dengan nilai keseluruhan kebutuhan minyak Jepang. Permintaan (demand) atas minyak ini akan terus meningkat seperti juga tumbuhnya negara-negara industri baru, terutama di kawasan Asia. Sementara itu, supply minyak tidak mungkin dapat mengimbangi demand yang terus meningkat. (more…)

Read Full Post »

Film bertema olahraga buatan lokal akhirnya bisa ditayangkan di bioskop yang ada di Indonesia. Mengangkat tema sepakbola, “Garuda di Dadaku” diharap jadi inspirasi buat anak bangsa mewujudkan mimpi (menjadi pesepakbola).
Garuda di Dadaku yang temanya berpusat pada sepakbola, Romeo and Juliet lebih menyoroti kehidupan kelompok fans di Indonesia, yang dalam hal ini adalah The Jak Mania dan Viking Bandung.
‘Garuda di Dadaku’ merupakan film bertema sepakbola yang ditujukan untuk anak-anak. Film garapan Ifa Isfansyah ini pun tak hanya menghibur, namun mampu memberikan inspirasi kepada anak bangsa untuk bisa mewujudkan mimpinya.
‘Garuda di Dadaku’ menampilkan perjalanan Bayu (Emir Mahira), seorang bocah yang mengejar impian menjadi pemain sepakbola nasional yang terhalang oleh berbagai rintangan. Namun rintangan itu tak membuat Bayu patah semangat. Bocah itu tetap berjuang untuk bisa memakai seragam timnas Indonesia
Untuk mewujudkan mimpinya itu, Bayu tidak sendirian. Ia pun mendapatkan dukungan Heri (Aldo Tansiani), temannya. Heri selalu memberi dukungan keuangan supaya Bayu bisa masuk ke Sekolah Sepak Bola Arsenal. Sayang, Bayu tidak pernah mendapat dukungan dari sang kakek, Usman (Ikranagara).
Bayu harus melewati seleksi untuk bisa masuk di sekolah itu. Secara sembunyi-sembunyi Bayu berlatih di kuburan. Nah, berhasilkah Bayu memakai kostum merah-putih? Jawabannya hanya ada di ‘Garuda di Dadaku’. (more…)

Read Full Post »