Feeds:
Posts
Comments

Archive for August, 2009

Almarhum senator Edward Moore Kennedy (77), mendapat simpati luar biasa dari rakyat Amerika Serikat (AS). Senator Massachusetts dari Partai Demokrat itu begitu melekat di hati rakyat AS. Mereka merasa kehilangan senator senior yang akrab disapa Ted Kennedy. Puluhan ribu orang menghadiri rangkaian upacara pemakamannya di Boston. Mereka mengibarkan bendera AS dan lainnya memegang plakat bertuliskan, “Terima kasih Teddy”.
Pemerintah AS memberlakukan hari berkabung nasional. Semua bangunan dipasangi bendera setengah tiang untuk menunjukkan rasa duka cita dan bentuk penghormatan terakhir bagi mendiang. Jenazah Ted Kennedy dimakamkan di Pemakaman Nasional Arlington di lereng bukit Virginia, bersebelahan dengan makam dua saudaranya, John F Kennedy dan Robert Kennedy. (more…)

Read Full Post »

Warga Kota Manado ibarat anak ayam kehilangan induk. Kota ini tak lagi memiliki kedua pemimpinnya. Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Manado Abdi Buchari telah dinonaktifkan. Sebelumnya, Wali Kota Jimmy Rimba Rogi (Imba), juga dinonaktifkan karena tersangkut kasus korupsi dan sudah dijebloskan ke dalam tahanan oleh keputusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
Abdi yang sebelumnya menjabat wakil wali kota, menjabat Plt wali kota, tapi sedang dalam proses hukum terkait kasus korupsi yang dikenal dengan MBH Gate yang diperkirakan merugikan negara sebesar Rp 11,199 miliar. Ancaman hukuman 5 tahun penjara bagi Abdi, membuat Menteri Dalam Negeri harus menonaktifkannya. Keputusan Mendagri mengacu pada PP No 6 tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. (more…)

Read Full Post »

POLTABES Manado meringkus 19 anggota kawanan penjahat yang dijuluki Wanea Jambret Gank. Para tersangka ini diduga kuat ikut mendalangi puluhan kasus kejahatan di Kota Manado. Bersama tersangka turut diamankan barang bukti berupa 5 parang dan badik, 1 panah wayer, 5 dompet hitam, 1 KTP, 12 hand phone, 8 sepeda motor di mana 3 diantaranya diduga hasil curian, dan 5 buah kunci sepeda motor.
Hasil kerja keras tim buru sergap (Buser) Unit Reskrim Polsek Malalayang yang di back up tim buser dari Poltabes Manado, Polsek Wanea, dan Sario ini patut diaprisiasi. Mengapa, karena aksi kejahatan di Manado akhir-akhir ini sudah cukup meresahkan.
Kapoltabes Manado Kombes Pol Aridan Roeroe saat konferensi pers di ruang Kasat Reskrim mengatakan, perang terhadap aksi jambret. Jajaran Poltabes Manado akan terus dilakukan mengingat masih ada kelompok-kelompok lain.
Jika dikaitkan dengan imej Kota Manado sebagai kota yang selama ini dinilai aman, keberadaan kelompok kejahatan ini memang cukup mengejutkan. Apalagi jika dibandingkan Kota Manado yang masih tergolong kota sedang, bukan metropolitan. Dapat dibayangkan jika Manado kota besar, bagaimana maraknya kejahatan.
Dan saat ini Kota Manado bisa dikatakan mulai mengarah menjadi kota besar. Tak pelak Manado akan mengalami persoalan urbanisasi, makin langkanya kesempatan kerja, dan serta lemahnya daya saing sumber daya manusia (SDM). Dan biasanya persoalan-persoalan tersebut menjadi muara dari meningkatnya tindak kejahatan dengan motif desakan ekonomi.
Apakah Manado akan menerima saya dampak negatif dari perkembangan kota tersebut. Tentu saja tidak sehingga tekat jajaran Poltabes Manado harus mendapat dukungan dari semua pihak sehingga citra Manado sebagai kota aman dan nyaman tetap terpelihara.
Dukungan sangat berarti kalau upaya memberantas dan mengantisipasi kejahatan, datang dari masyarakat sendiri terutama dari tokoh masyarakat dan tokoh agama. Tanpa terkecuali tokoh agama apapun, upaya menyadarkan sangat efektif bila dimasukkan dalam pesan kotbah. Dukungan juga harus datang dari kalangan politisi terutama wakil rakyat dan pemerintah daerah baik berupa dukungan moril maupun material.
Ibarat kebutuhan dasar manusia, keamanan dan kenyamanan merupakan kebutuhan dasar untuk membuat Manado menjadi lebih maju. Apalagi pemerintah sudah mencanangkan Sulawesi Utara sebagai kawasan tujuan wisata dunia dan pintu gerbang Asia fasifik.
Tentu dunia usaha akan sangat terganggu dan tidak berkembang kalau terganggu oleh aksi kejahatan. Wisatawan baik lokal dan mancanegara akan enggan datang kalau tidak memiliki rasa aman. Para investor akan berpikir ulang kalau direpotkan oleh persoalan keamanan. Dan warga masyarakat menjadi tidak leluasa karena dicekam kekhawatiran menjadi korba kejahatan.
Artinya, dalam hal memberantas kejahatan, yang dilakukan sudah bukan hanya mengusut dan menindak aksi kejahatan yang telah dilakukan, tetapi juga menciptakan keamanan dan kenyamanan secara umum. Itu bisa dicapai jika semua pihak tadi merapatkan barisan.(sumber:editorial tribun manado)

Read Full Post »

Ibarat pesta yang cukup panjang, konferensi kelautan internasional (WOC) dan CTI Sumiit, lalu dilanjutkan festival bahari internasional Sail Bunaken, Kota Manado benar-benar bergairah. Semua sektor terseret dalam suasana yang bisa menggairahkan roda perekonomian ini.
Dan seperti yang telah diperkirakan, usai pesta tersebut akan muncul kerinduan pesta kembali berlangsung di Manado, tetapi pesta apa yang akan dilakukan lagi. Pertanyaan itu bukan pertanyaan baru tetapi sudah sejak lama disadari. Apa setelah Sail Bunaken?
Belum lama Sail Bunaken usai, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHR) Manado langsung merasakan dampaknya. Sebanyak 2.00 kamar hotel di Manado saat ini dianggap cukup menampung pengunjung jika tidak ada event bertaraf internasional seperti WOC dan Sail Bunaken.
Sekretaris PHRI Manado, Paultje Kaunang, mendesak pemerintah segera membatasi pembangunan hotel di Manado. Alasannya, tingkat hunian hotel di Manado memang sudah meningkat sejak ada dua kegiatan berskala internasional, WOC dan Sail Bunaken, tetapi pertumbuhannya masih terlalu kecil yakni hanya berkisar dua persen.
Disebutkan, periode Januari hingga Agustus 2009, tingkat hunian hotel bintang hanya 50 persen, masih jauh dibandingkan angka wajar 65 persen. .Angka yang paling diinginkan yakni di atas 75 persen.
Permintaan itu memang sulit diterima. Tak heran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Manado. Pasalnya Manado memang diplot menuju tujuan wisata dunia 2010 dan bertekat menjadi Bali kedua di Indonesia. Artinya saat ini memang jumlah kunjungan masih sangat dipengaruhi oleh event sehingga angka hunian turun begitu tidak ada event. (more…)

Read Full Post »

Sebagai warga negra Indonesia, kita jangan hanya terdiam dengan ulah Malaysia yang kerjanya”sok mengklaim” hasil karya bahkan wilayah kesatuan Indonesia. Tari Pendet misalnya tarian yang merupakan tarian tertua di antara tari-tarian sejenis yang ada di Pulau Dewata, Bali. Guru besar Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Prof Wayan Dibia, MA menyebutkan, tari yang biasa digunakan saat menyambut tamu kehormatan ini diciptakan tahun 1950 coba coba di patenkan oleh Malaysia.

Budaya Indonesia yang coba dijambret Malaysia

Budaya Indonesia yang coba dijambret Malaysia


Tari Pendet adalah tarian kelompok yang biasanya ditarikan oleh sekelompok remaja putri di mana setiap orang penari membawa sebuah mangkok perak (bokor) yang berisikan bunga berwarna-warni. Pada akhir tariannya, para penari menaburkan bunga-bunga yang mereka bawa ke arah penonton, sebagai wujud ungkapan dan ucapan selamat datang.
Dapat dikatakan Tari Pendet telah menjadi kekayaan khasanah budaya Indonesia. Sama seperti tari- tarian dan kesenian lain yang begitu banyak lahri dari kebudayaan asli Indonesia. Namun bagaimana tidak mengejutkan ketika di acara ‘Enigmatic Malaysia’ Discovery Channel disebutkan tari Pendet sebagai budaya asli Malaysia.
Pernyataan itu jelas sangat sepihak dan menimbulkan kemarahan banyak pihak di Indonesia. Klaim itu ibarat menambah luka ketika Malaysia mengklaim lagu Rasa Sayange sebagai lagu Malaysia. Belum lagi klaim-klaim lain seperti rencana Malaysia mematenkan masakan rendang yang khas Sumatera Barat sebagai masakan khasnya dan rencana mematenkan bahasa Indonesia sebagai bahasa Malaysia.
Tindakan Malaysia itu seakan menginjak-injak rasa kebangsaan Indonesia. Apalagi Malaysia sukses mengambil dua pulau Indonesia, melalui mahkamah internasional. Ini belum termasuk perlakuan bangsa Malaysia terhadap pekerja asal Indonesia dan sebutan yang merendahkan bangsa Indonenesia dengan sebutan Indon. Belum lagi tindakan Malaysia yang tidak henti-hentinya mengincar daerah perbatasan seperti Pulau Miangas.
Malaysia ini sudah sangat keterlaluan karena tidak saja berusaha merebut wilayah, tetapi juga kekayaan budaya Indonesia. Terkesan kalau Malaysia tidak terlalu menggubris protes-protes yang hanya ramai di dalam negeri Indonesia saja. Mungkin mereka berpikir, toh Indonesia tidak akan bisa berbuat banyak karena secara ekonomi, termasuk perkebunan kelapa sawit di Riau sudah mereka kuasai.
Dan lebih keterlaluan, tingkah pola Malaysia ini tidak mendapat perlawanan yang memadai dari pemerintah Indonesia sendiri. Sikap pemerintah Indonesia terhadap Malaysia terkesan terlalu lunak. Entah apa yang membuat pemerintah Indonesia, termasuk wakil Indonesia di Malaysia bisa seperti ini. (more…)

Read Full Post »

merokok dapat menyebabkan kematian

merokok dapat menyebabkan kematian

Tembakau dapat menewaskan satu miliar orang pada abad ini jika kecenderungan sekarang berlangsung terus, kata beberapa ahli global dalam satu laporan yang dikeluarkan Selasa.
Berikut adalah sebagian dari temuan utama di dalam Tobacco Atlas baru oleh World Lung Foundation and American Cancer Society.
Pemakaian tembakau menelan biaya global sebanyak 500 miliar dolar AS per tahun dalam bentuk biaya medis langsung, kehilangan produktifitas dan kerusakan lingkungan hidup, katanya.
Tembakau mengambil tempat potensi produksi makanan di atas lahan pertanian seluas hampir empat juta hektare di planet ini, sama dengan luas perkebunan jeruk atau pisang.
Sebanyak 100 juta orang tewas akibat tembakau pada Abad XX.
Tembakau bertanggung jawab atas satu dari 10 kematian di seluruh dunia, kata kedua badan tersebut.
Perokok, katanya, meninggal rata-rata 15 tahun lebih dini dibandingkan orang yang tidak merokok.
Penggunaan tembakau akan menewaskan enam juta orang pada 2010 akibat penyakit kanker, jantung, bengkak pada paru-paru karena pembuluh darahnya kemasukan udara dan penyakit lain, katanya.
Tembakau menewaskan sepertiga sampai separuh orang yang meroko
Risiko kematian akibat kanker paru-paru lebih dari 23 kali lebih besar pada pria yang merokok dibandingkan dengan yang tidak merokok dan 13 kali lebih tinggi pada perempuan yang merokok, katanya.
Pajanan sebagai perokok pasif di tempat kerja menewaskan 200.000 pekerja setiap tahun.
Penggunaan tembakau, katanya, akhirnya akan menewaskan 250 juta dari seluruh remaja dan anak-anak saat ini.
Hampir seperempat pemuda yang merokok mencicipi rokok pertama mereka sebelum usia 10 tahun.
Sebanyak 50 juta anak di China, kebanyakan anak laki, akan meninggal pradini akibat penyakit yang berkaitan dengan tembakau, katanya. (more…)

Read Full Post »

Setiap tahun di Indonesia selalu ada imigran gelap yang transit sebelum mereka ke Australia untuk mencari suaka politik karena tidak mendapat perlindungan di negaranya.
“Selama bulan April sampai Juni 2009, tercatat ada 500 imigran gelap yang transit di Indonesia dan Juli sebanyak 126 orang,” kata Wakil Internasional Organization of Migration (IOM) di Makassar, Josephina Tanggu Bore, dalam acara lokakarya Keimigrasian Internasional di Manado, Selasa. Josephina mengatakan kebanyakan para imigran berasal dari Pakistan dan Afganisthan yang berlayar ke Australia untuk mencari perlindungan dan suaka politik. Sebagai wakil resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pihaknya melakukan upaya untuk membantu para imigran gelap dan orang asing dari belahan dunia untuk mencari suaka politik, yakni dengan memberikan rekomendasi dan membantu mereka mendapatkan fasilitas yang benar dalam pelayaran. IOM sendiri memberikan bantuan kepada para imigran sehingga untuk sementara sebelum mendapatkan bantuan dari dunia internasional mereka dikategorikan sebagai pengungsi dulu. Seminar tersebut, katanya, dibuat supaya para kepala wilayah terutama yang berbatasan dengan perairan bisa bisa mengetahui jika ada warga asing yang datang. Sementara itu, pelaksana tugas Sekretaris Daerah Kota Manado, Harold Monareh menyatakan senang sekali dengan acara tersebut, karena bisa memberikan bantak masukan kepada para lurah yang wilayahnya berada di pesisir pantai. “Dengan demikian kewaspadaan bisa ditingkatkan, sebab kita ini sudah berada di alam global dimana tidak ada lagi batas antara satu wilayah dengan yang lain, sehingga susah untuk dikenali,” kata Monareh. Apalagi, katanya, pedatang asing itu rentan dengan masalah bahkan bisa saja ditunggangi oleh perdagngan narkotika dan teroris, jadi hal ini penting untuk diketahui. (sumber:antaranews)

Read Full Post »

Older Posts »