Feeds:
Posts
Comments

Archive for August 13th, 2009

Tindakan dan aktifitas terorisme di Indonesia tidaklah terlepas dari konteks global yang mengitarinya. Terorisme jaringan Noordin M Top beserta sel-selnya merupakan ramifikasi dari pertautan Jamaah Islamiyah (JI) dan Al Qaeda.
Sedangkan Al Qaeda pada mulanya adalah kelompok ‘American Mujahidin’ yang berperang menghalau komunis Soviet dari Afghanistan. Namun akibat pertikaian kepentingan antara Osama Bin Laden dan AS, Al Qaeda akhirnya tumbuh sebagai kekuatan teror atas kepentingan Amerika di seantero dunia.
Resonansi kelompok Islam radikal dari berbagai belahan bumi atas gerakan Al Qaeda relatif besar. Dan itu juga merepotkan Indonesia, Filipina, Malaysia dan seterusnya.
Teorisme JI dan Al Qaeda sedikit banyak belajar dari terorisme negara oleh AS. Noam Chomsky dalam wawancara dengan majalah Monthly Review pernah mengungkapkan bahwa AS sebenarnya adalah negara teroris paling terkemuka di dunia.
Bahkan pemikirannya yang tertuang dalam buku ‘Pirates and Emperors: International Terrorism in the Real World’ menyingkapkan bahwa AS digambarkan sebagai sosok maling besar yang sedang meneriakkan maling kepada segelintir maling-maling kecil.
AS adalah maling karena dengan segala cara menguasai dunia, baik dari sektor ekonomi, sosial, politik dan budaya. Ironisnya, AS tak pernah disebut maling, malahan dijuluki sebagai “polisi dunia”.
Pemikiran Chomsky menjadi referensi masyarakat internasional dalam menyikapi berbagai tindakan kontroversial AS. Serangan AS ke Irak dan Afghanistan, sebagaimana aneksasi Israel atas Palestina, adalah bentuk terorisme negara menurut pandangan Chomsky. Penyerangan ke Irak oleh AS bersandarkan argumen Pentagon untuk memerangi terorisme dunia.
Namun klaim AS itu batal dan tak mencapai sasaran yang dikehendaki, karena dalam perspektif pelaku terorisme terhadap AS seperti Al Qaeda dan JI, negara adidaya itu bukan korban, melainkan justru sebagai pelaku state terrorism yang lebih dahulu bersifat ofensif.
Demikian halnya sikap AS dalam membela Israel. Hal ini menunjukkan adanya upaya untuk membungkus aksi teror dari Israel atas Palestina dengan hukum sebagai justifikasi. Israel yang berkali-kali mendapat pembelaan “hukum” oleh AS atas state terrorism yang dilakukan terhadap Palestina dalam forum-forum PBB, yang puncaknya penggunaan hak veto. (more…)

Read Full Post »

Berjuang mencari keadilan. Itulah yang dilakukan Wali Kota Manado (nonaktif) Jimmy Rimba Rogi alias Imba yang Senin lalu dituntut 9 tahun penjara dan membayar uang pengganti Rp 68,837 miliar oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
Dalam proses pengadilan ini, Imba merasa apa yang dituduhkan kepadanya adalah sebuah kebohongan para saksi. Sementara Tim Penuntut Umum bersiteguh menyebut Imba terbukti Korupsi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Manado 2006-2007 sebesar Rp 68,37 miliar.
Jika tuduhan jaksa benar, kasus ini tidak hanya menghancurkan karier Imba, tetapi juga bisa membuatnya mendadak miskin karena jaksa mengancam sita harta jika Imba tidak mampu mengembalikan kerugian negara yang mereka yakini. Imba tentu akan terus melakukan perlawanan demi keadilan untuk dirinya. Sebuah ironi mengingat Imba yang selama ini sangat disegani di Kota Manado harus berjuang untuk sebuah keadilan.
Tuntutan terhadap Imba belum menjadi akhir. Masa akan ada proses pengadilan sampai nanti ada keputusan yang kuat secara hukum. Masa ada kesempatan proses pengadilan di tingkat lebih tinggi, yakni kasasi dan peninjauan kembali.
Toar Palilingan SH MH, pengamat Hukum Sulut berpendapat tuntutan 9 tahun masih di bawah tuntutan maksimal yang bisa mencapai 20 tahun penjara berdasarkan pasal 2 dan 3 Undang-undang korupsi No 31 tahun 1999. (more…)

Read Full Post »