Feeds:
Posts
Comments

Archive for August 22nd, 2009

USS George Washington CVN 73

USS George Washington CVN 73

Sore itu, ratusan ribu pasang mata tertuju pada USS George Washington-CVN73, kapal induk bertenaga nuklir milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS). Masyarakat Sulawesi Utara tampak antusias saat melihat langsung “pulau bergerak” seharga 3,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 36 triliun itu.
Kapal perang nuklir itu bersama 38 kapal perang dan 158 yacht dari berbagai negara, masih diramaikan dengan flying pass pesawat tempur TNI, dan pesawat tempur Angkatan Laut AS, F-18 Hornet, yang lepas landas dari USS George Washington.
Saat parade kapal perang dalam rangkaian Hari Proklamasi Kemerdekaan ke-64 Republik Indonesia itu, USS George Washington yang memiliki panjang 332,84 meter dan lebar 76,81 meter, itu menjadi primadona karena kedigdayaannya. Bahkan, untuk suksesnya parade, Teluk Manado disterilkan dari lalu lintas pelayaran. Maklum, AS punya pengalaman buruk saat kapal perangnya USS Cole diserang di Teluk Aden, Yaman tahun 2000.
USS George Washington dibangun selama empat tahun (1982-1986). Diluncurkan tahun 1990 tapi baru resmi digunakan tahun 1992. Merupakan “benteng bergerak” yang dapat menjangkau seluruh pelosok dunia dengan persenjataan mutakhirnya. Bila AS menghadapi suatu krisis di luar teritorinya, biasanya Presiden AS bertanya, “di mana posisi kapal induk terdekat” atau memberi perintah, “kirim Marinir” untuk mengatasi krisis yang terjadi.
Jumlah kapal AS sejenis itu ada 12 unit. Tiga di antaranya kapal induk konvensional bertenaga diesel. Sedangkan USS George Washington yang bertenaga nuklir, dapat terus bergerak selama 20 tahun tanpa harus mengisi bahan bakar sebagaimana layaknya kapal konvensional. Kekuatan kapal ini berasal dari dua westinghouse brand A4W reaktor nuklir dengan kekuatan 4xsteam turbin sampai 4xshafts dengan produksi hingga 260 ribu shaft tenaga kuda. Kecepatan tertingginya mencapai 30 knot.
Dalam pelayarannya, kapal induk AS ini tak bergerak sendirian. Di atas geladaknya terdapat carrier air wing (wing tempur udara). Berkekuatan 80 pesawat tempur berbagai jenis, termasuk helikopter, dan selalu dikawal dua kapal penjelajah kelas Ticonderoga yang dilengkapi peluru kendali, satu kapal perusak kelas Arleigh Burke, satu kapal perusak anti kapal selam kelas Spruance, satu fregat anti kapal selam kelas Olever Hazard Perry, dua kapal selam kelas Los Angeles, dan satu kapal suplai.
Komandan dari seluruh kekuatan tempur tersebut adalah seorang laksamana berbintang satu yang berada di kapal induk, sebagai kapal markas (kapal bendera). Sedangkan perwira yang bertanggung jawab dalam pengoperasian kapal induk (commanding officer) atau komandan kapal, dipercayakan kepada seorang kolonel (captain). (more…)

Read Full Post »