Feeds:
Posts
Comments

Archive for August 27th, 2009

Sebagai warga negra Indonesia, kita jangan hanya terdiam dengan ulah Malaysia yang kerjanya”sok mengklaim” hasil karya bahkan wilayah kesatuan Indonesia. Tari Pendet misalnya tarian yang merupakan tarian tertua di antara tari-tarian sejenis yang ada di Pulau Dewata, Bali. Guru besar Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Prof Wayan Dibia, MA menyebutkan, tari yang biasa digunakan saat menyambut tamu kehormatan ini diciptakan tahun 1950 coba coba di patenkan oleh Malaysia.

Budaya Indonesia yang coba dijambret Malaysia

Budaya Indonesia yang coba dijambret Malaysia


Tari Pendet adalah tarian kelompok yang biasanya ditarikan oleh sekelompok remaja putri di mana setiap orang penari membawa sebuah mangkok perak (bokor) yang berisikan bunga berwarna-warni. Pada akhir tariannya, para penari menaburkan bunga-bunga yang mereka bawa ke arah penonton, sebagai wujud ungkapan dan ucapan selamat datang.
Dapat dikatakan Tari Pendet telah menjadi kekayaan khasanah budaya Indonesia. Sama seperti tari- tarian dan kesenian lain yang begitu banyak lahri dari kebudayaan asli Indonesia. Namun bagaimana tidak mengejutkan ketika di acara ‘Enigmatic Malaysia’ Discovery Channel disebutkan tari Pendet sebagai budaya asli Malaysia.
Pernyataan itu jelas sangat sepihak dan menimbulkan kemarahan banyak pihak di Indonesia. Klaim itu ibarat menambah luka ketika Malaysia mengklaim lagu Rasa Sayange sebagai lagu Malaysia. Belum lagi klaim-klaim lain seperti rencana Malaysia mematenkan masakan rendang yang khas Sumatera Barat sebagai masakan khasnya dan rencana mematenkan bahasa Indonesia sebagai bahasa Malaysia.
Tindakan Malaysia itu seakan menginjak-injak rasa kebangsaan Indonesia. Apalagi Malaysia sukses mengambil dua pulau Indonesia, melalui mahkamah internasional. Ini belum termasuk perlakuan bangsa Malaysia terhadap pekerja asal Indonesia dan sebutan yang merendahkan bangsa Indonenesia dengan sebutan Indon. Belum lagi tindakan Malaysia yang tidak henti-hentinya mengincar daerah perbatasan seperti Pulau Miangas.
Malaysia ini sudah sangat keterlaluan karena tidak saja berusaha merebut wilayah, tetapi juga kekayaan budaya Indonesia. Terkesan kalau Malaysia tidak terlalu menggubris protes-protes yang hanya ramai di dalam negeri Indonesia saja. Mungkin mereka berpikir, toh Indonesia tidak akan bisa berbuat banyak karena secara ekonomi, termasuk perkebunan kelapa sawit di Riau sudah mereka kuasai.
Dan lebih keterlaluan, tingkah pola Malaysia ini tidak mendapat perlawanan yang memadai dari pemerintah Indonesia sendiri. Sikap pemerintah Indonesia terhadap Malaysia terkesan terlalu lunak. Entah apa yang membuat pemerintah Indonesia, termasuk wakil Indonesia di Malaysia bisa seperti ini. (more…)

Read Full Post »

merokok dapat menyebabkan kematian

merokok dapat menyebabkan kematian

Tembakau dapat menewaskan satu miliar orang pada abad ini jika kecenderungan sekarang berlangsung terus, kata beberapa ahli global dalam satu laporan yang dikeluarkan Selasa.
Berikut adalah sebagian dari temuan utama di dalam Tobacco Atlas baru oleh World Lung Foundation and American Cancer Society.
Pemakaian tembakau menelan biaya global sebanyak 500 miliar dolar AS per tahun dalam bentuk biaya medis langsung, kehilangan produktifitas dan kerusakan lingkungan hidup, katanya.
Tembakau mengambil tempat potensi produksi makanan di atas lahan pertanian seluas hampir empat juta hektare di planet ini, sama dengan luas perkebunan jeruk atau pisang.
Sebanyak 100 juta orang tewas akibat tembakau pada Abad XX.
Tembakau bertanggung jawab atas satu dari 10 kematian di seluruh dunia, kata kedua badan tersebut.
Perokok, katanya, meninggal rata-rata 15 tahun lebih dini dibandingkan orang yang tidak merokok.
Penggunaan tembakau akan menewaskan enam juta orang pada 2010 akibat penyakit kanker, jantung, bengkak pada paru-paru karena pembuluh darahnya kemasukan udara dan penyakit lain, katanya.
Tembakau menewaskan sepertiga sampai separuh orang yang meroko
Risiko kematian akibat kanker paru-paru lebih dari 23 kali lebih besar pada pria yang merokok dibandingkan dengan yang tidak merokok dan 13 kali lebih tinggi pada perempuan yang merokok, katanya.
Pajanan sebagai perokok pasif di tempat kerja menewaskan 200.000 pekerja setiap tahun.
Penggunaan tembakau, katanya, akhirnya akan menewaskan 250 juta dari seluruh remaja dan anak-anak saat ini.
Hampir seperempat pemuda yang merokok mencicipi rokok pertama mereka sebelum usia 10 tahun.
Sebanyak 50 juta anak di China, kebanyakan anak laki, akan meninggal pradini akibat penyakit yang berkaitan dengan tembakau, katanya. (more…)

Read Full Post »

Setiap tahun di Indonesia selalu ada imigran gelap yang transit sebelum mereka ke Australia untuk mencari suaka politik karena tidak mendapat perlindungan di negaranya.
“Selama bulan April sampai Juni 2009, tercatat ada 500 imigran gelap yang transit di Indonesia dan Juli sebanyak 126 orang,” kata Wakil Internasional Organization of Migration (IOM) di Makassar, Josephina Tanggu Bore, dalam acara lokakarya Keimigrasian Internasional di Manado, Selasa. Josephina mengatakan kebanyakan para imigran berasal dari Pakistan dan Afganisthan yang berlayar ke Australia untuk mencari perlindungan dan suaka politik. Sebagai wakil resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pihaknya melakukan upaya untuk membantu para imigran gelap dan orang asing dari belahan dunia untuk mencari suaka politik, yakni dengan memberikan rekomendasi dan membantu mereka mendapatkan fasilitas yang benar dalam pelayaran. IOM sendiri memberikan bantuan kepada para imigran sehingga untuk sementara sebelum mendapatkan bantuan dari dunia internasional mereka dikategorikan sebagai pengungsi dulu. Seminar tersebut, katanya, dibuat supaya para kepala wilayah terutama yang berbatasan dengan perairan bisa bisa mengetahui jika ada warga asing yang datang. Sementara itu, pelaksana tugas Sekretaris Daerah Kota Manado, Harold Monareh menyatakan senang sekali dengan acara tersebut, karena bisa memberikan bantak masukan kepada para lurah yang wilayahnya berada di pesisir pantai. “Dengan demikian kewaspadaan bisa ditingkatkan, sebab kita ini sudah berada di alam global dimana tidak ada lagi batas antara satu wilayah dengan yang lain, sehingga susah untuk dikenali,” kata Monareh. Apalagi, katanya, pedatang asing itu rentan dengan masalah bahkan bisa saja ditunggangi oleh perdagngan narkotika dan teroris, jadi hal ini penting untuk diketahui. (sumber:antaranews)

Read Full Post »