Feeds:
Posts
Comments

Archive for September, 2009

Kembali Bekerja

Sehari waktu libur sudah lewat kini aku harus kembali bekerja. Lokasi tempat kerjaku berada di bilangan Kairagi. Sehabis melepas penat di kampung halaman alias halaman kampung, kini aku kembali disibukkan dengan pekerjaan yang telah menungguku yang memang telah menjadi santapan hari-hariku, walaupun rasa lelah itu masih ada tetap aku harus bekerja karena sudah menjadi tuntutan.
Di usiaku yang sekarang ini yang masih tergolong muda belia merah merona sebenarnya untuk mendapatkan kesempatan kerja yang lebih baik dapat dikatakan mudah, namun untuk meninggalkan pekerjaan yang lama sangat sulit. Aku teringat akan nasihat dari teman kerjaku yang sudah lebih senior dariku bahwa kerja itu janganlah memikirkan soal apayment, memang hal itu yang utama namun katanya pengalaman dan ilmu yang akan kita dapat itu jauh lebih berharga dari gaji yang kita dapat. Pertama pikiranku sangat bertentangan dengan apa yang dikatakan temanku itu, sikap aroganku serta persepsi yang salah membenak terus dalam batinku bahkan sampai jiwaragaku, namun lama kelamaan setelah kata katanya itu aku pelajari, betapa berharganya nasihat yang dia berikan itu. Bermodalkan hanya lulusan biasa ternyata apa yang dikatakannya itu sungguh terjadi ,bayangkanl ilmu yang saya dapatkan semasa belajar dulu ternyata tidak sebanding dengan yang kudapatkan waktu aku berkerja. Namun hal itu tidak semudah membalikan telapak tangan banyak hal yang harus dikorbankan semisal waktu dan kesehatan bahkan cacian dan sindiran tidak sedikit datang menghujam,walaupun agak sedikit perih namun harus diterima.Toh itu untuk masa depan kita yang lebih baik.
Nnti disambung lagi….

Read Full Post »

Kasus lama itu kini kembali terungkap ke hadapan publik. Ajaran Herman Kemala dianggap meresahkan karena menyimpang dari ajaran Kristen pada umumnya. Oleh karena itu puluhan pendeta, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda mengadukan tindakan tersebut ke Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Utara, Rabu (9/9) pagi.
Tujuan pengaduan tersebut guna mencegah penyimpangan yang semakin dalam terhadap ajaran Kristen, sebagaimana ajaran dalam Alkitab. Ajaran Herman Kemala ini dinilai telah menimbulkan keresahan di kalangan jemaat Kristen di Sulut, karena membolehkan jemaat melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan ajaran agama mana pun. (more…)

Read Full Post »

Seorang tenaga kerja wanita asal Minahasa Utara, Upriyanti Kasim (33), meninggal sepulang dari Singapura. Ibu tiga anak ini meninggal setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Polri, Jakarta, Minggu (5/6)Suami korban, Herman Nangin (36), sangat yakin istrinya meninggal akibat siksaan majikannya di Singapura. Ini berdasar pengakuan korban kepada suaminya melalui telepon. Keluarga bahkan tidak tahu korban sudah berada di Indonesia. Informasi itu diperoleh dari orang tak dikenal melalui sms, bukan melalui institusi resmi maupun perusahaan yang mengirimkannya bekerja ke Singapura.
Melalui telepon, Upriyanti mengungkapkan bahwa dirinya disiksa dan dipukuli oleh seluruh anggota keluarga majikannya. Hidungnya mengalami pendarahan lantaran dicocok menggunakan jari. Penderitaan korban semakin menjadi-jadi karena dia juga tidak diberi makan.
Perlakuan yang sungguh tidak manusiawi terhadap pahlawan devisa kita itu. Lantaran tidak tahan, Upriyanti minta agar segera dipulangkan. Dia rela tidak digaji asalkan bisa kembali ke Indonesia. Sang suami melaporkan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Minahasa Utara agar mengurus istrinya kembali ke Indonesia, tapi dia justru disuruh menandatangani pernyataan bahwa istrinya tetap ingin melanjutkan kontrak. (more…)

Read Full Post »

Dua kelompok mahasiswa terlibat tawuran dalam lingkungan kampus Universitas Sam Ratulangi usai pesta minuman keras. Sekali lagi, dua kelompok yang berpesta miras kemudian terlibat tawuran adalah “mahasiswa” dan terjadi dalam lingkungan kampus universitas negeri terkemuka di Sulawesi Utara! Ini sungguh sangat memalukan,mahasiswa yang seharusnya menjadi panutan masyarakat kedepannya dan sebagai kaum terpelajar malah melakukan hal yang tidak sewajarnya yaitu tawuran.
Peristiwa seperti itu memang bukan hal aneh di Indonesia. Di Jakarta dan Makassar, peristiwa semacam ini telah menjadi hal yang lumrah bahkan seperti musim tawuran. Di kedua daerah itu dan daerah lainnya, tauran semacam ini bahkan terjadi lebih “hebat” dibandingkan tawuran mahasiswa yang ada di Sulut.
Namun, kita tetap mengelus dada atas kejadian seperti itu. Mengingat mahasiswa adalah para intelektual muda. Para calon ilmuwan dan pemimpin masa depan bangsa dan daerah ini. Kita sangat mengharapkan peristiwa seperti itu tidak terulang kembali. Apalagi, kalau kita menoleh kebelakang, peristiwa serupa sudah beberapa kali terjadi di kampus yang sama. (more…)

Read Full Post »

Berbagai kalangan menilai, seleksi anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dikhawatirkan mengancam agenda pemberantasan korupsi. Pasalnya, proses seleksi yang dilakukan DPR tidak memenuhi prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Prosesnya, mulai dari waktu hingga besaran anggaran, dilakukan secara tertutup. Proses ini terkesan hanya formalitas dan basa-basi saja. ICW bersama empat lembaga swadaya masyarakat yang tergabung dalam Koalisi LSM Pemantau Seleksi Calon Anggota BPK menilai ketertutupan proses seleksi anggota BPK semakin memperkuat dugaan jika kepentingan politik dan kelompok tertentu dititipkan pada calon anggota BPK. Selain itu, sejumlah kandidat yang berasal dari kalangan DPR terkesan bermotif mencari pekerjaan lain setelah mereka tidak lagi terpilih menjadi anggota DPR periode berikutnya.
Proses yang saat ini berjalan membuat kanditat yang potensial malah sulit untuk lolos. Seleksi tertutup membuka peluang terjadinya praktek politik dagang sapi, antara panitia, peserta dan donator.
Bagaimana mungkin Komisi XI DPR menyeleksi anggotanya sendiri. Kalau ada kasus di DPR, BPK akan sulit menyusuri dan menindak, termasuk sejumlah institusi lainnya. Ini berpotensi adanya titipan pada calon anggota BPK. (more…)

Read Full Post »

Para wakil rakyat hasil Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif 2009 di berbagai daerah sudah memasuki masa tugas mereka di gedung dewan masing-masing . Mereka yang baru pertama kali menjadi wakil rakyat masih harus menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru.
Menjadi anggota dewan, meski disebut terhormat dan mungkin mendapat berbagai fasilitas, tentu tidak mudah karena dalam diri mereka ada amanat rakyat yang memilihnya. Rakyat yang memilih mereka pasti berharap sang anggota dewan ini mampu menjadi penyambung lidah rakyat.
Artinya, berbagai keinginan, keluhan, dan harapan rakyat saat ini berada di pundak mereka. Dalam penyelenggaraan pemerintahan, mereka pun memiliki fungsi legislatif untuk mengawasi pemerintah atau eksekutif.Harus di sadari, kalau banyak pejabat eksekutif atau pemerintah yang terseret kasus korupsi itu merupakan bukti kelemahan pengawasan dari anggota dewan juga. Kalau anggota dewan bisa mengawasi dan bersikap kritis terhadap eksekutif, tentu peluang terjadi penyimpangan oleh eksekutif bisa ditekan. (more…)

Read Full Post »