Feeds:
Posts
Comments

Archive for October, 2009

Pemilu 2009 sudah usai. Lembaga baru kekuasaan di republik sudah resmi bertugas: wakil rakyat sudah dilantik, Presiden dan Wakil Presiden Indonesia pun resmi memasuki Istana, serta kabinet baru sudah terbentuk. Meski Pemilu 2009 meninggalkan persoalan administratif, pesta demokrasi itu memberi harapan bagi kehidupan politik demokrasi di Indonesia. Catatan penting yang bisa ditarik adalah Indonesia kini mulai merintis format baru politik pasca reformasi. Tapi, ke mana kah arah poltik baru itu bergerak?
Pasca pemilu nasional, konstelasi politik di Indonesia secara alamiah menata ulang dirinya sendiri. Kutub-kutub politik yang saling menguat dan menjauh satu sama lainnya semasa pemilu, mulai mencair kembali. Fenomena ini terlihat jelas pada perilaku elite politik. Gelombang pertama reposisi ini tentu saja saat pemilu anggota legislatif selesai dan pemilu presiden dan wakil presiden hendak dimulai. Pasangan capres dan cawapres mengumpulkan partai-partai politik yang berkenan menyokong pencalonan diri mereka.
Pada fase ini keganjilan mulai terlihat. Partai-partai yang berbeda “platform” bergabung mendukung kandidat sama. Calon dari Parta Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, didukung baik oleh partai yang dikenal bersifat nasionalis atau plural (PKPI, PPIB, PAN) dan partai yang berbasis sentimen keagamaan (PDS, PKS, PBB, PPP, PBR). Disebut keganjilan karena partai yang mewacanakan syariah Islam pada masa kampanye duduk bersama dengan partai nasionalis, atau partai Kristen. Isu-isu yang sepertinya prinsipil ternyata bukanlah wilayah hitam-putih bagi para elite politik.
Studi yang dilakukan Kuskhirdo Ambardi mendeskripsikan sejarah politik kontemporer Indonesia ada pembelahan sosial (cleavage): agama-sekuler, kelas sosial, kesatuan-federal, etnisitas, dll. Dia menjadi ranah pembeda antar kelompok politik, sekaligus pula medan perdebatan. Uraian ini tidak cukup memetakan politik Indonesia karena dengan mudahnya para elite politik menegosiasikan identitas politiknya. Merujuk ke periode tahun 1999, betapa Megawati dengan PDIP-nya sebagai pemenang pemilu tidak mendapat amanat dari MPR karena sentimen agama dan gender oleh kelompok poros tengah, tapi pada tahun-tahun berikutnya, kelompok sama pula yang mendaulatnya menjadi presiden. (more…)

Read Full Post »

Foto Bersama Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II

Foto Bersama Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II

Desas-desusnya sangat kuat. Bahwa, 100 hari pertama kinerja KIB jilid II akan menjadi pertaruhan penting bagi Presiden SBY. Seorang menteri terancam tergusur? Informasi ini bukan muncul dari kalangan istana. Tapi, justru dari kalangan petinggi partai politik pengusung pasangan Presiden SBY dan Wapres Boediono. Yang menarik lagi, menteri yang menjadi target penggusuran itu bukan dari kalangan profesional.
Tapi, dari kalangan partai politik pendukung koalisi SBY-Boediono.
Latar belakang penggusurannya juga menarik. Bukan karena menteri itu tidak mampu bekerja.Tetapi, karena track recordnya yang dianggap cacat, dan jika diungkap ke publik, bisa merusak citra pemerintahan.Tentang siapa nama menteri yang akan digusur (minimal inisial) beberapa petinggi partai politik pendukung SBY-Boediono tidak bersedia mengungkapkan.
“Kita lihat saja dulu. Mulai minggu depan (Senin, 26/10), gerakan politik yang mengarah pada desakan untuk mengganti menteri itu sudah muncul,” kata seorang politisi senior, tadi malam.Bentuknya, macam-macam. Yang jelas, akan ada gerakan propaganda atau public opinion untuk mengungkapkan track record beberapa menteri.
Malah, beberapa catatan rahasia tentang masa lalu menteri itu, akan diungkap ke publik.Beberapa menteri yang ditemui usai rapat koordinasi bidang Ekuin, Sabtu (24/10) di kantor Menko Ekuin, tak bersedia menjawab. (more…)

Read Full Post »

duet-sby-boediono01Pelantikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono tidak berpengaruh terhadap pasar karena hanya bersifat seremoni. Para calon menteri bidang perekonomian juga sudah diperkirakan pasar sehingga tidak lagi menjadi informasi berharga.
Ini berarti pasar sudah memprediksi para personal yang bakal duduk di tim perekonomian kabinet. Pasar akan bergerak kalau ada informasi yang tidak diperkirakan sebelumnya, negatif maupun positif. Kalau sudah menjadi perkiraan pasar, maka tidak akan memberikan pengaruh yang signifikan lagi.
Namun pelantikan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wapres Boediono, sempat memberikan sentimen positif terhadap pasar pada Senin. Pelantikan Presiden terpilih SBY dan Wapres Boediono itu dihadiri kepala negara-negara sahabat seperti PM Australia Kevin Rudd, PM Malaysia Najib Razak, PM Singapura Lee Hsien Loong, dan PM Timor Leste Ramos Horta, utusan Jepang, Thailand, Filipina dan negara lainnya.
Para pelaku pasar aktif membeli rupiah sehingga mengalami kenaikan yang cukup besar. Selain itu rupiah juga didukung oleh membaiknya bursa Wall Street dan melemahnya dollar AS terhadap euro. Bahkan kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta naik, Selasa (20/10), mendekati angka Rp9.300/US$. Rupiah terdongkrak cukup meyakinkan. Nilai tukar rupiah menguat 30 poin menjadi Rp9.360-Rp9.370/US$ dibanding penutupan hari sebelumnya Rp9.390-Rp9.400.
Pengamat pasar uang optimistis rupiah akan terus menguat hingga mencapai angka Rp9.300/US$, setelah presiden melantik calon menteri yang telah melakukan uji kelayakan.
Untuk sementara, rupiah diperkirakan masih akan berkisar antara Rp9.350-Rp9.370/US$, karena pelaku saat ini sedang fokus terhadap pelantikan para menteri apakah akan ada perubahan. Para pelaku pasar memperkirakan perubahan yang terjadi terutama di bidang perekonomian. Dan itu sudah memberikan sentimen positif, di mana diperkirakan pertumbuhan ekonomi 2010 akan lebih baik dari 2009. Karena itu rupiah ke depan akan semakin baik dan peluang untuk bisa mencapai angka Rp9.000/US$ cukup besar. (more…)

Read Full Post »

Setelah beberapa saat jadi teka teki siapa saja dan bagaimana komposisi akhir menteri dalam kabinet pemerintahan SBY-Boediono, maka pada hari Rabu 21 Oktober 2010 pukul 22.00 WIB Presiden SBY resmi menjawab teka teki tersebut dengan mengumumkannya kepada seluruh rakyat Indonesia. Kita berharap semoga dapat membawa angin segar bagi perbaikan berbagai bidang pembangunan di negeri ini. (more…)

Read Full Post »

Banyak jalan ke Roma. Itulah pepatah lama. Namun, arah ke pembangunan ekonomi dalam abad ke-21 tampaknya cuma ada dua: Jalan Cina dan Jalan India. Keduanya berbeda dalam prinsip dan kebijakan.
Jalan yang ditempuh Cina, di bawah semboyan Selamat Datang Investasi Asing. Kalau tak percaya, datanglah ke pusat perbelanjaan Jakarta dan kota besar lain di. Hampir semua lapaknya dipenuhi barang Zhongguo Zhizao atawa Made in China. Gejala serupa juga terlihat pada produk komputer dan aksesorisnya.
Di AS, banjirnya barang impor dari Negeri di Tengah Dunia itu tercermin oleh Wall Mart, toko serbaada yang menyediakan keperluan untuk kaum kelas menengah ke bawah. Dan Wall Mart selalu ada di kota-kota paling kecil pun di negeri Paman Sam itu.
Itu semua adalah akibat dari kebijakan Cina setelah mendiang Deng Xiaoping pada awal 1980-an memperkenalkan reformasi dan keterbukaan (gaige he kaifang). Lokomotif utama kebijakan itu adalah Foreign Direct Investment (FDI). (more…)

Read Full Post »

Inilah.com-Duka lara akibat bencana gempa di Padang dan Jambi serta sebagian Sumatera, menjadi kisah pedih yang berulang. Masyarakat harus waspada, sebab siklus gempa di kawasan Tanah Air terus mengintai kita.
Gempa berkekuatan 7,6 skala Richter (SR) memorakporandakan hampir seluruh bagian Kota Padang dan Pariaman. Ribuan orang masih terkapar di bawah reruntuhan gedung dan rumah, sementara lebih 650 orang tewas akibat gempa di Padang itu.
Berdasarkan laporan Posko Satkorlak Kantor Gubernur Sumatera Barat diperkirakan ratusan bahkan ribuan orang masih terjebak di reruntuhan bangunan seperti di kawasan Mara Palam Padang, Kantor Adira Finance Sawahan Padang, sejumlah ruko di Sawahan Kota Padang, Masjid Nurul Iman, Apotek Sari di depan Masjid Nurul Iman, dan Gedung Kursus Gama.
Padang juga sempat menjadi kota mati. Arus listrik padam dan telepon terganggu, Pasar Raya dan sejumlah gedung di kota itu pun terbakar.
Sedangkan di Pariaman, ada sekitar tujuh kecamatan yang paling parah dilanda gempa, yaitu Padang Sago, Sugai Geringging, Aurmalintang, Kampung Dalam, Ulakan, 2×12 Enam Lingkung, dan Tapakis. Saat ini kecamatan itu masih terisolasi karena jalan akses menuju kecamatan itu terputus. (more…)

Read Full Post »