Feeds:
Posts
Comments

Archive for November, 2009

Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum kasus Bibit-Chandra atau lebih dikenal dengan Tim Delapan menyerahkan rekomendasinya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa (17/11) siang ini.
Tim Delapan ini tidak pernah bermaksud mendiskreditkan Polri dan Kejagung, melainkan semata-mata menjalankan tugas Presiden SBY yang meminta mereka melakukan verifikasi fakta dan proses hukum kasus Bibit-Chandra. Tim ini justru menghormati dan menghargai Polri dan Kejagung sehingga bekerja ekstra keras demi kepentingan institusi penegak hukum tersebut.
“Ini penting agar tak terjadi salah paham dan mispersepsi,” kata advokat senior Amir Syamsudin dari Tim Delapan.Selain disampaikan kepada Presiden, rekomendasi itu untuk sebagian sudah diungkapkan kepada publik.Bagaimanapun, tokoh-tokoh yang duduk di Tim Delapan merupakan wakil publik. Dengan demikian, apa yang mereka kerjakan juga harus disampaikan kepada publik. (more…)

Read Full Post »

Secara terbuka dan jujur, Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri mengakui, polisi dalam posisi terjepit setelah muncul kesaksian Komisaris Besar Wiliardi Wizard dalam persidangan.
Wiliardi mengaku dipaksa pimpinan Polri untuk menjerat mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar.
Bahkan Kapolri menyatakan, mungkin dengan kesaksian itu, masyarakat akan kembali menghujat Polri, sebab secara umum masyarakat bisa menerima keterangan itu. Akibatnya, polisi dalam posisi terjepit.
Namun demikian, Polri tak perlu menyerah dalam mencari kebenaran hakiki. Pernyataan Kapolri itu sudah menunjukkan sikap legowo dan fair dari seorang pemimpin Polri dalam melihat masalah dengan tenang dan mawas.
Sikap Kapolri semestinya menjadi spirit dan motivasi bagi jajaran Polri untuk berbenah diri dan refleksi serta melakukan reformasi diri untuk memperkuat derajat profesionalisme yang sudah diupayakan selama ini.
Seluruh jajaran Polri juga diharapkan makin mawas diri dengan pernyataan Kapolri yang terbuka dan terus terang itu, untuk menjadi ‘bekal’ dan motivasi kuat dalam menapak ke depan. Tidak erlu ada sikap saling menyalahkan di tubuh Polri, yang penting justru bagaimana Polri melihat ke depan dengan mengambil hikmah dan pelajaran dari kasus KPK versus Polri belakangan ini. (more…)

Read Full Post »

BI dan Dana Masyarakat Indonesia

bank indonesiaBank Indonesia melaporkan bahwa dana masyarakat di bank terus membanjir. Bank Indonesia mencatat selama September nilai dana pihak ketiga (DPK) perbankan nasional naik Rp10,2 triliun menjadi Rp1.857,3 triliun.
Ironisnya, kenaikan dana masyarakat itu tidak diimbangi dengan penyaluran kredit yang gencar. Nilai outstanding kredit dari Agustus ke September malah susut tipis dari Rp1.400,4 triliun menjadi Rp1.399,9 triliun.
Ketimpangan itu menyebabkan tumpukan dana yang parkir di instrumen moneter Sertifikat Bank Indonesia (SBI) semakin tinggi. Per pekan terakhir Oktober, dana yang parkir di SBI mencapai Rp245 triliun. Dana itu dimiliki perbankan dan para pemilik dana asing.
Bankir merasa nyaman, karena penempatan dana di SBI menghasilkan bunga tinggi, setidaknya 6,5%. SBI adalah alat terbaik untuk penempatan dana jika tidak ada permintaan kredit yang cukup layak dipenuhi. Bank banyak menaruh dana di SBI berjangka satu bulan dan tiga bulan, yang bunganya antara 6-7%.
Keuntungan SBI memang lebih rendah daripada bunga kredit. Namun SBI punya keunggulan daripada kredit, yaitu tingkat risiko yang rendah. Bankir menolak dikatakan malas menyalurkan kredit. Mereka beralasan, permintaan kredit sangat rendah akibat krisis.
Kalangan perbankan melihat, daripada dipaksakan nanti malah menjadi kredit bermasalah. Lebih baik ditahan dulu. Ini juga bentuk prinsip kehati-hatian atau prudent bank.
Bank meraup pendapatan yang tidak sedikit dari SBI. Per Agustus 2009, bank mengantongi pendapatan bunga Rp13,18 triliun dari SBI, naik 23,85% dari periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp10,64 triliun.
Namun kita juga perlu memperhatikan laporan BI bahwa biaya operasi moneter yang menjadi tanggungan Bank Indonesia (BI) membengkak. Padahal laju inflasi tahunan hingga Oktober masih landai-landai saja, tepatnya 2,57%.
BI mengakui, surplus anggaran sampai awal November Rp450 miliar. Angka itu jauh lebih rendah ketimbang surplus per akhir Juni 2009 lalu, yaitu Rp3,3 triliun.
Rupanya ada tekanan beban bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Meski tren bunga acuan turun, namun volume SBI terus naik.
Dana yang ditempatkan di SBI per awal November mencapai Rp280 triliun, jauh di atas nilai per akhir tahun lalu, yaitu Rp166,51 triliun.
SBI membengkak lantaran penyaluran kredit perbankan masih tersendat. Sampai akhir September, bank cuma mengalirkan kredit Rp46 triliun. Di saat yang sama, dana masyarakat yang mengalir ke bank naik Rp104 triliun. (more…)

Read Full Post »

cicak vs buayaRendah hati, itulah sikap yang ditunjukkan oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri yang meminta maaf atas pernyataan ‘cicak dan buaya’ yang dilansir Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Susno Duadji, beberapa saat lalu.
Langkah Kapolri itu bisa dimengerti. Bagaimanapun, istilah ‘cicak dan buaya’ adalah pernyataan oknum pejabat Polri dan bukan pernyataan institusi Polri. Namun, akibatnya sudah dirasakan berdampak negatif. Seakan Polri itu buaya yang berkonotasi buruk, apalagi sudah ada istilah buaya darat di kalangan rakyat. Itulah sebabnya, Kapolri meminta maaf dan tentu kita apresiasi.
Dalam acara yang dimoderatori Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Senin (2/11), Kapolri telah meminta media massa tidak lagi menggunakan istilah ‘cicak dan buaya’.
Bahkan dengan lugas dan penuh kerendahan Kapolri menyatakan bahwa daya adalah bagian dari cicak. Penyidik di KPK adalah anggota Polri. Dan sebagai seorang pimpinan Polri dia menyatakan permintaan maaf atas pernyataan oknum anggota Polri. Kapolri menegaskan akan ada langkah konkret yang akan diambil terhadap Susno Duadji sebagai Kabareskrim Polri.
Kapolri memang perlu menjelaskan penanganan kasus KPK sampai penahanan Wakil Ketua (nonaktif) KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, sebagaimana pernah ia sampaikan dalam berbagai kesempatan.
Dalam hal ini, ada baiknya Kapolri menanggapi besarnya dukungan publik yang meminta penangguhan penahanan terhadap Bibit dan Chandra. Hal itu bisa didiskusikan dan dibahas di internal dulu.
Kapolri juga perlu memperhatikan pernyataan Staf Khusus Presiden bidang Hukum Denny Indrayana yang menyatakan bukti-bukti dan sangkaan yang disampaikan Mabes Polri terkait kasus dugaan suap yang melibatkan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Bibit Samad Riyanto dan Chandra Hamzah, meragukan. (more…)

Read Full Post »

National Summit

National Summit mewarnai aula Birawa di Hotel Bumi Karsa, Jakarta, Kamis (29/10) pagi. Aula ini menjadi lautan batik. Sekitar 1.400 undangan National Summit kompak menggunakan batik, mulai dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga pejabat tingkat kecamatan. Hal itu sesuai dresscode yang dikehendaki panitia, dan tertulis dalam undangan. National Summit yang dikomandani Wakil Presiden Boediono ini digelar 29-31 Oktober untuk menghimpun masukan dari para pemangku kepentingan yang merasa kinerjanya dihambat oleh sejumlah peraturan, mulai dari surat keputusan bupati hingga peraturan pemerintah.Batik yang dikenakan pun bermacam-macam dan tidak ada satu potong batik pun yang memiliki motif serupa. Bagi para pecinta batik, acara ini mereka jadikan ajang berburu ide kreatif membuat busana batik unik. (more…)

Read Full Post »