Feeds:
Posts
Comments

Archive for December 10th, 2009

Salah satu aksi nasional terluas dalam sejarah demonstrasi negeri ini, unjuk rasa memperingati Hari Antikorupsi Sedunia, berakhir dengan tertib, kecuali di Makassar yang berujung anarkisme.Di Jakarta, unjuk rasa yang berpusat di Monumen Nasional, dihadiri ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat.
Mereka membacakan Piagam Indonesia Bersih 2009 yang salah satu butirnya adalah meminta pemberantasan korupsi dimulai dari lembaga eksekutif tertinggi di Indonesia.
“Pemberantasan korupsi harus dimulai dari Istana,” kata penggagas Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Effendi Ghazali, membacakan piagam itu, dan segera diikuti pimpinan kelompok yang mengikuti aksi damai itu.
Mereka meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan para pejabat negara segera mengklarifikasi harta kekayaannya secara transparan.
Selain desakan kepada institusi presiden, Piagam Indonesia Bersih juga berisi ikrar bahwa Indonesia harus bersih dari korupsi dan tidak cukup hanya dengan pidato antikorupsi, menolak berbagai upaya melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan menuntut pengusutan kasus korupsi pada skandal Bank Century.
Sejumlah organisasi massa hadir dalam acara itu, antara lain Gerakan Indonesia Bersih, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pemuda Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Forum 77-78, Pro Demokrasi dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. (more…)

Read Full Post »

Politik kita sesak dengan berbagai isu. Terutama setelah Presiden berpidato menanggapi hasil kerja TIM 8, kasus Bibit-Chandra, persoalan justru semakin kacau. Betapa tidak, semua pihak berupaya menafsirkan apa yang dimaksud presiden. Presiden memang menyebutkan ‘penghentian’ kasus itu, tetapi polisi dan kejaksaan belum juga mengambil langkah melaksanakannya. Tentu saja ada soal prinsipil yang masih menggantung: apakah penghentian itu berarti Bibit dan Chandra dinyatakan tidak bersalah? Bila itu jalan pikirannya, maka jelas presiden menghendaki rekomendasi Tim 8 dilaksanakan, yaitu menghukum semua yang terlibat dalam perekayasaan kasus ini.
Tetapi sekali lagi, kejelasan jalan pikiran itu tidak berasal dari presiden. Pidato panjang presiden menyikapi rekomendasi Tim 8 lebih terdengar sebagai upaya presiden tetap ‘berjarak’ dengan kasus ini. Apalagi, presiden sebelum menyampaikan tanggapan itu justru meminta Kapolri dan Jaksa Agung mempelajari rekomendasi Tim 8. Jadi sangatlah janggal bila Presiden membentuk sebuah tim investigasi, dan hasil investigasi itu masih harus dikonsultasikan dengan pihak yang menjadi obyek investigasi. Jalan pikiran presiden yang melingkar inilah yang memberi ruang interpretasi bagi polisi dan kejaksaan untuk tidak serta merta melaksanakan rekomendasi Tim 8. (more…)

Read Full Post »