Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Kesehatan’ Category

“Seharusnya mereka mengutamakan pelayanan dan keselamatan pasien, bukan uang. Kasihan, banyak saudara-saudara kita yang susah.

Petikan kalimat itu terucap spontan dari bibir Buce Lotanubun ketika mengadu ke Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Utara. Buce mengadukan pelayanan yang diterima istrinya, Siska Yulia Fransiska Makatey, pasien yang meninggal saat proses melahirkan di RSUP Prof Kandou, Sabtu 10 April 2010.
Keluarga Siska menduga kematian itu akibat malapraktik. Buce mengadu ke Dewan dengan harapan, cukup istrinya saja, jangan ada lagi orang lain yang mengalami hal serupa.
Selain dugaan malapraktik, sejumlah anggota Komisi IV mengendus dugaan praktik komersialisasi terhadap obat-obat yang telah dibiayai Asuransi Kesehatan (Askes) oleh oknum-oknum paramedis di rumah sakit. Dewan menduga oknum perawat menekan pasien dan keluarganya untuk membayar obat yang seharusnya sudah dibiayai negara melalui Askes. Dewan berjanji akan mempertanyakan hal ini kepada pihak rumah sakit.
Kata kunci dalam kasus ini adalah “komersialisasi kesehatan”. Praktik ini sudah sangat lama terasa di negeri ini, namun seringkali berlalu begitu saja dan akhirnya terlupakan sampai datang kasus berikutnya. Begitu seterusnya. Bukankah kita sering mendengar dan membaca berita mengenai pihak rumah sakit menolak pasien kurang mampu atau memberikan pelayanan buruk bagi pasien pemegang kartu Jamkesmas? Sebuah keanehan ketika rumah sakit semestinya berorientasi pelayanan, apalagi rumah sakit milik pemerintah, justru menolak pasien bila tak mampu membayar di muka. Tak jarang pasien gawat darurat keburu meninggal lantaran terlalu lama menunggu layanan medis.
Itu bisa terjadi lantaran beberapa rumah sakit saat ini telah menjadi sebuah industri yang menggunakan perspektif untung rugi semata. Bila sudah begini paradigmanya, tentu saja orang miskin menjadi musuh utama rumah sakit. Maka tak heran ketika orang miskin datang berobat, pertanyaan pertama yang mereka terima bukannya “sakit apa” tetapi “mana uang mukanya.” Itulah sebabnya muncul pemeo, “orang miskin dilarang sakit”. Kalau kita ubah sedikit ‘lelucon’ itu, akan menjadi, “hanya orang kaya yang boleh hidup.”
Komersialisasi layanan kesehatan benar-benar menjadi ancaman serius terhadap kemanusiaan. Ancaman sangat serius terhadap nyawa orang-orang miskin. Pemerintah Amerika Serikat menyadari betul soal ini. Sehingga Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, rela menunda kunjungan luar negeri, termasuk ke Indonesia, demi memperjuangkan lolosnya rancangan undang-undang kesehatan di negerinya, yang lebih berpihak kepada kaum miskin. (more…)

Read Full Post »

Merokok dapat merusak kesehatan

Setiap tanggal 7 April, Badan Kesehatan Dunia memperingati Hari Kesehatan Internasional. Sejauh mana pengaruhnya bagi para perokok yang acapkali disebut “ahli hisab” dalam memperhatikan rambu-rambu agar tetap terjaga dari kesehatannya.Peraturan Daerah untuk kawasan bebas merokok memang telah dikeluarkan, namun di sejumlah tempat, seperti di perkantoran dan rumah sakit masih sering `kita` jumpai para ahli hisab yang melakukan aktivitas merokok dengan santai.
Kondisi tersebut dibenarkan oleh salah seorang perokok aktif yang berprofesi di bidang multimedia bernama Joko Supriatno.Ia mengaku bahwa ketika pola pemikiran atau mind set perokok melekat pada diri seseorang, maka keinginan untuk terus merokok akan terus dilakukan.
“Seorang perokok pasti tahu bahayanya merokok, akan tetapi kebiasaan merokok itu dianggapnya sebagai sebuah kebiasaan yang sudah menjadi perilaku yang tidak bisa dihentikan,” katanya.Sebagai seorang perokok, Joko mengaku pernah mencoba untuk berhenti merokok. Selama tujuh bulan, ia berhasil tanpa menghisap sebatang pun. Namun memasuki bulan ke delapan, ia mengaku kembali merokok karena tidak kuat.
Ungkapan yang dilontarkan oleh Joko itu, dipahami oleh Ketua Bagian Paru, RSUD Dr.Soetomo Surabaya, dr. H. Slamet Hariadi Z.,Sp.P (K), sebagai tantangan dalam penyembuhan merokok. Ia mengatakan untuk menghentikan merokok ada lima tahap, yaitu ask (meminta), advise (memberi saran), asses (menaksir), arrange (menyusun) dan recovery (penyembuhan). (more…)

Read Full Post »

merokok dapat menyebabkan kematian

merokok dapat menyebabkan kematian

Tembakau dapat menewaskan satu miliar orang pada abad ini jika kecenderungan sekarang berlangsung terus, kata beberapa ahli global dalam satu laporan yang dikeluarkan Selasa.
Berikut adalah sebagian dari temuan utama di dalam Tobacco Atlas baru oleh World Lung Foundation and American Cancer Society.
Pemakaian tembakau menelan biaya global sebanyak 500 miliar dolar AS per tahun dalam bentuk biaya medis langsung, kehilangan produktifitas dan kerusakan lingkungan hidup, katanya.
Tembakau mengambil tempat potensi produksi makanan di atas lahan pertanian seluas hampir empat juta hektare di planet ini, sama dengan luas perkebunan jeruk atau pisang.
Sebanyak 100 juta orang tewas akibat tembakau pada Abad XX.
Tembakau bertanggung jawab atas satu dari 10 kematian di seluruh dunia, kata kedua badan tersebut.
Perokok, katanya, meninggal rata-rata 15 tahun lebih dini dibandingkan orang yang tidak merokok.
Penggunaan tembakau akan menewaskan enam juta orang pada 2010 akibat penyakit kanker, jantung, bengkak pada paru-paru karena pembuluh darahnya kemasukan udara dan penyakit lain, katanya.
Tembakau menewaskan sepertiga sampai separuh orang yang meroko
Risiko kematian akibat kanker paru-paru lebih dari 23 kali lebih besar pada pria yang merokok dibandingkan dengan yang tidak merokok dan 13 kali lebih tinggi pada perempuan yang merokok, katanya.
Pajanan sebagai perokok pasif di tempat kerja menewaskan 200.000 pekerja setiap tahun.
Penggunaan tembakau, katanya, akhirnya akan menewaskan 250 juta dari seluruh remaja dan anak-anak saat ini.
Hampir seperempat pemuda yang merokok mencicipi rokok pertama mereka sebelum usia 10 tahun.
Sebanyak 50 juta anak di China, kebanyakan anak laki, akan meninggal pradini akibat penyakit yang berkaitan dengan tembakau, katanya. (more…)

Read Full Post »

Tubuh Butuh Serat

Serat sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Untuk itulah, kita sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi serat yang cukup setiap harinya. Ada beberapa manfaat sehat serat, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Untuk Jantung Sehat

Kandungan asam lemak tak jenuh dalam kacang-kacangan diyakini dapat mencegah penyakit jantung. Sementara, kandungan seratnya dipercaya dapat menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah.
Riset yang dipublikasikan melalui American Journal of Clinical Nutrition pada September 1999 menunjukkan bahwa serat merupakan perisai tubuh untuk melawan penyakit jantung, di mana riset itu memperlihatkan bahwa wanita yang mengkonsumsi sedikitnya 25 gram serat per hari memiliki risiko 40% lebih rendah akan serangan jantung dibandingkan wanita yang mengkonsumsi serat kurang dari sembilan gram per hari.
Para ilmuwan mencermati tendensi tubuh akan melepaskan timbunan kolesterol dari dalam aliran darah pada saat menganut pola makan tinggi serat.
Hal ini mencegah penumpukan kolesterol dalam arteri atau pembuluh darah yang dapat mengakibatkan penyakit jantung.

2. Membantu Menjaga Berat Badan Ideal

Serat dapat menghambat proses penyerapan lemak serta membantu mengurangi asupan kalori. Bila Anda memilih makanan kaya serat, ini akan menciptakan rasa kenyang lebih cepat. Konsumsi serat mengakibatkan pelepasan cholecystokinin yang merupakan hormon yang diproduksi usus kecil yang memicu perasaan kenyang pada otak, akibatnya Anda akan mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang lebih sedikit. (more…)

Read Full Post »

Bukan rahasia lagi jika pada beberapa makanan yang kita konsumsi mengandung bahan pengawet. Apakah ini berbahaya??? Pastinya ya. Penjabaran risiko tentang bahan pengawet itu masih minim.
Secara tidak sadar, setiap hari Anda memenuhi tubuh dengan berbagai zat pengawet. Mulai dari istilah dextro atau carbonat, yang terdapat pada label makanan adalah salah satu contoh bahan pengawet yang lazim dipakai dalam makanan.
Sebagian besar dari komponen yang membingungkan ini berfungsi untuk menjaga agar makanan yang Anda konsumsi terbebas dari bakteri.
Menurut situs WebMD, sebagian dari pengawet ini telah dinyatakan aman oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA). Sisanya masih diragukan. Untuk itu agar tidak terjebak, pastikan Anda membaca label makanan sebelum membeli untuk memastikan pengawet yang digunakan aman. (more…)

Read Full Post »

Older Posts »