Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘deradikalisme’

Masalah terorisme merupakan persoalan yang kompleks dan serius. Dalam memecahkan persoalan terorisme itu, betapa pentingnya kerjasama negara dan masyarakat. Upaya yang hanya terpaku pada ‘penegakan hukum’ saja dianggap tak cukup tanpa disertai dengan gerakan deradikalisasi.
Teroris selalu meningkatkan kecanggihan dan kemampuan mereka di hampir semua aspek operasi dan dukungan mereka. Selalu berupaya menggunakan teknologi modern untuk pengelolaan informasi, komunikasi, dan intelijen. Hal ini terbukti telah meningkatkan efisiensi kegiatan mereka.
Apalagi jenis senjata yang modern serta teknologi lebih mudah didapatkan dan tersedia tersedia di mana saja. Begitu juga kemampuan daya beli organisasi teroris selalu meningkat. Ketersediaan teknologi dan personil yang terlatih untuk mengoperasikannya serta dengan dana yang cukup akan memungkinkan teroris mampu mengatasi bahkan melebihi kecanggihan dari ‘counter terorism’ yang dilancarkan oleh pemerintah.
Salah atu upaya mengatasi terorisme adalah melakukan ‘deradikalisasi’ sistemik terhadap gerakan yang menganut paham tertentu dan berujung kekerasan mendesak segera diwujudkan. Tanpa upaya itu, pemberantasan terorisme melalui penegakan hukum hanya menciptakan lingkaran vendetta cycle (pembalasan dendam).
Jika hanya bicara tentang proses pidana, jatuhnya hanya vendetta cycle. Para pelaku terorisme yang dihukum dianggap ‘syuhada’ oleh sebagian masyarakat. Dan hukuman mati itu justru diklaim mereka sebagai kisah sukses perjuangan. Ini tidak berkesudahan.
Ada dugaan keterlibatan bekas narapidana terorisme, yakni Bagus Budi Pranoto alias Urwah (buron), dalam pengeboman di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton. Ini menjadi contoh konkret ‘kegagalan’ upaya hukum semata dalam memberantas terorisme.
Upaya deradikalisasi paham kekerasan dapat ditempuh melalui dialog intensif yang mengedepankan humanisme. Upaya itu harus diwujudkan oleh seluruh entitas masyarakat dan pemerintahan dalam program yang terukur.
Terorisme bertopeng agama adalah gejala global yang terjadi pada bermacam ajaran agama dan kepercayaan di sejumlah negara. Dalam menghadapi masalah terorisme, tampak partai-partai politik dan organisasi massa di Indonesia tidak peka dan tidak partisipatif.
Parpol dan ormas pantas dikritik, karena tidak sensitif menyikapi masalah terorisme. Sejauh ini tidak tampak tindakan nyata dari parpol dan ormas dalam upaya deradikalisasi paham-paham yang berpotensi berujung pada kekerasan. Parpol dan ormas hanya sibuk dengan urusan perolehan kursi kekuasaan saja. (more…)

Read Full Post »