Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘ekonomi’

duet-sby-boediono01Pelantikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono tidak berpengaruh terhadap pasar karena hanya bersifat seremoni. Para calon menteri bidang perekonomian juga sudah diperkirakan pasar sehingga tidak lagi menjadi informasi berharga.
Ini berarti pasar sudah memprediksi para personal yang bakal duduk di tim perekonomian kabinet. Pasar akan bergerak kalau ada informasi yang tidak diperkirakan sebelumnya, negatif maupun positif. Kalau sudah menjadi perkiraan pasar, maka tidak akan memberikan pengaruh yang signifikan lagi.
Namun pelantikan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wapres Boediono, sempat memberikan sentimen positif terhadap pasar pada Senin. Pelantikan Presiden terpilih SBY dan Wapres Boediono itu dihadiri kepala negara-negara sahabat seperti PM Australia Kevin Rudd, PM Malaysia Najib Razak, PM Singapura Lee Hsien Loong, dan PM Timor Leste Ramos Horta, utusan Jepang, Thailand, Filipina dan negara lainnya.
Para pelaku pasar aktif membeli rupiah sehingga mengalami kenaikan yang cukup besar. Selain itu rupiah juga didukung oleh membaiknya bursa Wall Street dan melemahnya dollar AS terhadap euro. Bahkan kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta naik, Selasa (20/10), mendekati angka Rp9.300/US$. Rupiah terdongkrak cukup meyakinkan. Nilai tukar rupiah menguat 30 poin menjadi Rp9.360-Rp9.370/US$ dibanding penutupan hari sebelumnya Rp9.390-Rp9.400.
Pengamat pasar uang optimistis rupiah akan terus menguat hingga mencapai angka Rp9.300/US$, setelah presiden melantik calon menteri yang telah melakukan uji kelayakan.
Untuk sementara, rupiah diperkirakan masih akan berkisar antara Rp9.350-Rp9.370/US$, karena pelaku saat ini sedang fokus terhadap pelantikan para menteri apakah akan ada perubahan. Para pelaku pasar memperkirakan perubahan yang terjadi terutama di bidang perekonomian. Dan itu sudah memberikan sentimen positif, di mana diperkirakan pertumbuhan ekonomi 2010 akan lebih baik dari 2009. Karena itu rupiah ke depan akan semakin baik dan peluang untuk bisa mencapai angka Rp9.000/US$ cukup besar. (more…)

Read Full Post »

Banyak jalan ke Roma. Itulah pepatah lama. Namun, arah ke pembangunan ekonomi dalam abad ke-21 tampaknya cuma ada dua: Jalan Cina dan Jalan India. Keduanya berbeda dalam prinsip dan kebijakan.
Jalan yang ditempuh Cina, di bawah semboyan Selamat Datang Investasi Asing. Kalau tak percaya, datanglah ke pusat perbelanjaan Jakarta dan kota besar lain di. Hampir semua lapaknya dipenuhi barang Zhongguo Zhizao atawa Made in China. Gejala serupa juga terlihat pada produk komputer dan aksesorisnya.
Di AS, banjirnya barang impor dari Negeri di Tengah Dunia itu tercermin oleh Wall Mart, toko serbaada yang menyediakan keperluan untuk kaum kelas menengah ke bawah. Dan Wall Mart selalu ada di kota-kota paling kecil pun di negeri Paman Sam itu.
Itu semua adalah akibat dari kebijakan Cina setelah mendiang Deng Xiaoping pada awal 1980-an memperkenalkan reformasi dan keterbukaan (gaige he kaifang). Lokomotif utama kebijakan itu adalah Foreign Direct Investment (FDI). (more…)

Read Full Post »