Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘kekerasan terhadap anak’

Anak-anak adalah harapan bangsa

Anak-anak adalah harapan bangsa

Sejak terbitnya Keputusan Presiden RI Nomor 44 Tahun 1984, tanggal 23 Juli ditetapkan sebagai Hari Anak Nasional yang dilaksanakan setiap tahun. Tahun ini Hari Anak Nasional mengangkat tema “Saya Anak Indonesia, Kreatif, Inovatif, dan Unggul untuk Menghadapi Tantangan di Masa Depan”.

Makna di balik tema tersebut sangat luhur, karena mengandung harapan dapat menanamkan nilai-nilai bagi anak Indonesia agar memiliki karakter bertanggung jawab serta memiliki jati diri dalam menghadapi tantangan di masa depan.

Dalam pedoman Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2009 juga bertujuan memberikan kebebasan kepada anak Indonesia untuk bisa berkreasi, berinovasi, dan berprestasi untuk menjadi manusia Indonesia yang unggul dan mampu menghadapi tantangan di masa depan serta menjadi Bangsa Indonesia yang berbudaya dan bermartabat
Peringatan tersebut diharapkan menjadi momentum yang menggugah kesadaran segenap komponen bahwa kesejahteraan dan perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama, negara, masyarakat, keluarga, dan orangtua. Demikian kata Suryadi Suparman, Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan yang menjadi Ketua Panitia Hari Anak Nasional 2009.
Dalam pasal 1 hak-hak anak didefinisikan bahwa seorang anak adalah setiap orang yang berusia di bawah 18 tahun, kecuali di bawah undang undang yang berlaku bagi anak, usia dewasa dicapai lebih awal. Anak merupakan harapan masa depan bangsa. Dalam diri anaklah kelak perjalanan sebuah bangsa ditentukan dan ditorehkan dalam sejarah bangsa itu.

Fakta empiris menggambarkan tidak sedikit dari kita justru menjerumuskan anak-anak kita sendiri ke jalan yang salah. Ada pula yang berlaku kejam terhadap anak kandung.

Seperti di Surabaya, Jawa Timur, polisi menangkap seorang ayah karena mencoba membunuh anak kandungnya, Tegar Kurnia, yang baru berusia tiga tahun. Sang ayah menganggap anaknya sumber kesialan dalam keluarganya. Dia tega mencekik sang anak sampai pingsan, kemudian meletakkannya di rel kereta api supaya dilindas kereta yang melintas. Beruntung nyawa anak tertolong meski harus kehilangan salah satu kakinya karena harus diamputasi.
Di Sulawesi Utara, kekerasan terhadap anak juga kerap terjadi. Melalui pemberitaan media massa terungkap banyak tindak kekerasan terhadap anak. Ada anak yang dianiaya ayah tirinya hingga tewas. Pun ada anak yang mengalami kekerasan oleh orang-orang terdekatnya. Masih banyak kasus-kasus serupa yang mencerminkan wajah kelam anak Indonesia. Para pelaku kekerasan terhadap anak telah melanggar pasal 44 UU 23/2003 Tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan pasal 80 ayat 2 UU 23/2002 Tentang Perlindungan Anak.
Dari segi pendidikan pun, anak-anak Indonesia masih kurang mendapat perhatian. Pendidikan gratis yang terus menerus diiklankan pemerintah di televisi dan media massa lainnya, terbukti hanya lips service. Karena masih begitu banyak biaya yang harus ditanggung para orangtua ketika menyekolahkan anak-anak mereka. Di televisi-televisi kita pun, ada begitu banyak tayangan tidak mendidik, penuh kekerasan dan pornografi. Hal serupa terdapat di sejumlah media cetak yang memasang foto-foto vulgar.
Oleh karena itu, pada hari ini, berkaitan perayaan Hari Anak Nasional, kita berharap menjadi momentum bagi pemerintah, orangtua, dan kita semua untuk memberikan dukungan agar setiap anak yang merupakan amanah dan karunia Tuhan, senantiasa harus dijaga dan dilindungi, serta dipenuhi hak-haknya. Meliputi hak hidup, tumbuh kembang, berpartisipasi secara wajar sesuai harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari tindak kekerasan fisik maupun mental/psikis, eksploitasi ekonomi maupun seksual, diskriminasi, dan perlakuan menyimpang lainnya.
Kita wajib memberikan kesempatan kepada anak untuk beristirahat dan memanfaatkan waktu luang, bergaul dengan anak sebaya, bermain, berekreaksi sesuai dengan minat, bakat dan tingkat kecerdasannya demi pengembangan diri.(*)

Read Full Post »