Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘SAIL BUNAKEN’

Ibarat pesta yang cukup panjang, konferensi kelautan internasional (WOC) dan CTI Sumiit, lalu dilanjutkan festival bahari internasional Sail Bunaken, Kota Manado benar-benar bergairah. Semua sektor terseret dalam suasana yang bisa menggairahkan roda perekonomian ini.
Dan seperti yang telah diperkirakan, usai pesta tersebut akan muncul kerinduan pesta kembali berlangsung di Manado, tetapi pesta apa yang akan dilakukan lagi. Pertanyaan itu bukan pertanyaan baru tetapi sudah sejak lama disadari. Apa setelah Sail Bunaken?
Belum lama Sail Bunaken usai, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHR) Manado langsung merasakan dampaknya. Sebanyak 2.00 kamar hotel di Manado saat ini dianggap cukup menampung pengunjung jika tidak ada event bertaraf internasional seperti WOC dan Sail Bunaken.
Sekretaris PHRI Manado, Paultje Kaunang, mendesak pemerintah segera membatasi pembangunan hotel di Manado. Alasannya, tingkat hunian hotel di Manado memang sudah meningkat sejak ada dua kegiatan berskala internasional, WOC dan Sail Bunaken, tetapi pertumbuhannya masih terlalu kecil yakni hanya berkisar dua persen.
Disebutkan, periode Januari hingga Agustus 2009, tingkat hunian hotel bintang hanya 50 persen, masih jauh dibandingkan angka wajar 65 persen. .Angka yang paling diinginkan yakni di atas 75 persen.
Permintaan itu memang sulit diterima. Tak heran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Manado. Pasalnya Manado memang diplot menuju tujuan wisata dunia 2010 dan bertekat menjadi Bali kedua di Indonesia. Artinya saat ini memang jumlah kunjungan masih sangat dipengaruhi oleh event sehingga angka hunian turun begitu tidak ada event. (more…)

Read Full Post »

USS George Washington CVN 73

USS George Washington CVN 73

Sore itu, ratusan ribu pasang mata tertuju pada USS George Washington-CVN73, kapal induk bertenaga nuklir milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS). Masyarakat Sulawesi Utara tampak antusias saat melihat langsung “pulau bergerak” seharga 3,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 36 triliun itu.
Kapal perang nuklir itu bersama 38 kapal perang dan 158 yacht dari berbagai negara, masih diramaikan dengan flying pass pesawat tempur TNI, dan pesawat tempur Angkatan Laut AS, F-18 Hornet, yang lepas landas dari USS George Washington.
Saat parade kapal perang dalam rangkaian Hari Proklamasi Kemerdekaan ke-64 Republik Indonesia itu, USS George Washington yang memiliki panjang 332,84 meter dan lebar 76,81 meter, itu menjadi primadona karena kedigdayaannya. Bahkan, untuk suksesnya parade, Teluk Manado disterilkan dari lalu lintas pelayaran. Maklum, AS punya pengalaman buruk saat kapal perangnya USS Cole diserang di Teluk Aden, Yaman tahun 2000.
USS George Washington dibangun selama empat tahun (1982-1986). Diluncurkan tahun 1990 tapi baru resmi digunakan tahun 1992. Merupakan “benteng bergerak” yang dapat menjangkau seluruh pelosok dunia dengan persenjataan mutakhirnya. Bila AS menghadapi suatu krisis di luar teritorinya, biasanya Presiden AS bertanya, “di mana posisi kapal induk terdekat” atau memberi perintah, “kirim Marinir” untuk mengatasi krisis yang terjadi.
Jumlah kapal AS sejenis itu ada 12 unit. Tiga di antaranya kapal induk konvensional bertenaga diesel. Sedangkan USS George Washington yang bertenaga nuklir, dapat terus bergerak selama 20 tahun tanpa harus mengisi bahan bakar sebagaimana layaknya kapal konvensional. Kekuatan kapal ini berasal dari dua westinghouse brand A4W reaktor nuklir dengan kekuatan 4xsteam turbin sampai 4xshafts dengan produksi hingga 260 ribu shaft tenaga kuda. Kecepatan tertingginya mencapai 30 knot.
Dalam pelayarannya, kapal induk AS ini tak bergerak sendirian. Di atas geladaknya terdapat carrier air wing (wing tempur udara). Berkekuatan 80 pesawat tempur berbagai jenis, termasuk helikopter, dan selalu dikawal dua kapal penjelajah kelas Ticonderoga yang dilengkapi peluru kendali, satu kapal perusak kelas Arleigh Burke, satu kapal perusak anti kapal selam kelas Spruance, satu fregat anti kapal selam kelas Olever Hazard Perry, dua kapal selam kelas Los Angeles, dan satu kapal suplai.
Komandan dari seluruh kekuatan tempur tersebut adalah seorang laksamana berbintang satu yang berada di kapal induk, sebagai kapal markas (kapal bendera). Sedangkan perwira yang bertanggung jawab dalam pengoperasian kapal induk (commanding officer) atau komandan kapal, dipercayakan kepada seorang kolonel (captain). (more…)

Read Full Post »

........

........

Festival bahari internasional Sail Bunaken benar-benar mampu mendokrak nama Manado. Meski sudah berakhir tanggal 20 Agustus kemarin, namun ajang ini dapat dikatakan sukses, melengkapi sukses yang dicapai saat Konferensi Kelautan Dunia (WOC) dan CTI Summit beberapa bulan lalu.
Sukses meraih dua rekor dunia, yakni untuk penyelaman massal dan upacara kemerdekaan dengan jumlah peserta terbanyak menimbulkan gaung yang luar biasa. Jika mengikuti liputan detik-detik kemerdekaan HUT ke-64 RI di televisi swasta nasional, dapat dipastikan seluruh mata pemirsa di Indonesia tertuju ke Manado.
Sebuah pemandangan mengharukan juga terlihat di lokasi upacara bawah laut. Bagaimana tidak, penyelam dari berbagai negara dengan membawa bendera masing- masing pun ikut mensukseskan upacara kemerdekaan RI itu. Sebuah pemandangan sulit ditemukan di mana pun.
Pamandangan lain, upacara detik-detik kemerdekaan di halaman Kantor Guberrnur Sulut terlihat begitu berbeda bahkan bisa dikatakan mendunia. Pasalnya, upacara tersebut dihadiri berbagai pimpinan angkatan laut dari berbagai negara peserta Sail Bunaken. (more…)

Read Full Post »

Gubernur SULUT Sinyo Harry Sarundajang

Gubernur SULUT Sinyo Harry Sarundajang

Dalam sebuah pertandingan sepakbola, seorang pemain akan menjadi bintang lapangan pada pertandingan tersebut jika berhasil melesatkan si kulit bundar ke gawang lawan. Prestasi luar biasa jika pemain tersebut berhasil menyumbang tiga gol atau melakukan hat-trick.
Dalam bidang lain, tidak ada istilah khusus bagi seseorang yang mengukir tiga prestasi berturut-turut. Dan jika hat-trick juga bisa dijadikan istilah di bidang lain termasuk pemerintahan, apa yang dilakukan Gubernur Sulwesi Utara HS Sarundajang selama 4 tahun kepemimpinannya bisa dikategorikan super hat trick.
Mengapa? Ibarat pertandingan belum usai, karena satu masa jabatan adalah lima tahun, Sarundajang yang didampingi Wagub Fredy Sualang, berhasil mengukir prestasi lebih dari tiga. Sarundajang berhasil meraih penghargaan atas keberhasilan Sulut meningkatkan ketahanan pangan, berhasil melaksanakan konferensi kelautan internasiona (WOC) dan CTI Summit, menerima penghargaan dari Pemerintah Philipina, melaksanakan ajang festival bahari internasional Sail Bunaken.
Prestasi Sarundajang yang juga merupakan prestasi Provinsi Sulut itu bukanlah sebuah prestasi yang mudah. Semuanya menyerap pikiran, waktu, dan tenaga yang begitu besar. Sementara pemerintahan tetap bisa berjalan normal.
Prestasi yang diukir tersebut memang tidak terlepas dari kemampuan pribadi Sarundajang yang memang dikenal mampu melakukan tugas berat sejak sebelum menjadi Gubernur Sulut. Tak dipungkiri, prestasi lain yan mungkin tidak diberikan secara resmi adalah kemampuannya menghadapi godaan memperkaya diri sendiri.
Sulut harus berbangga sektika begitu begitu banyak gubernur dan kepala daerah lain terpeleset dalam persoalan korupsi, sampai saat ini belum ada persoalan korupsi yang membuat citra Sarundajang tercoreng.
Dan kedepan, sebuah tantangan besar menjadikan Sulut sebagai pintu gerbang Asia Fasifik. Sebuah rencana yang sangat-sangat tidak mudah.Mungkin saja hal itu baru akan terwujud dalam beberapa dekade kedepan. Tapi sejarah tidak akan melupakan kalau dasar atau landasan cita-cita besar itu sedang dibangun oleh Sarundajang.
Masih begitu banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menjadikan Sulut pintu gerbang Asia Fasifik itu. Mulai kesiapan sumber daya manusia, kesiapan pelayanan administrasi dan birokrasi, dasar hukum pengembangan kawasan, dan infrastruktur, dan sebagainya. (more…)

Read Full Post »

Peta Bunaken

Peta Bunaken

Disaat dunia terkena dampak krisis finansial di Amerika Serikat termasuk Indonesia dan suhu politik jelang Pemilu Legislatif sedang panas,Manado Kota Tinutuuan justru sukses menggelar event bertaraf Internasional yaitu WOC dan CTI summit pada tanggal 11 hingga 15 Mei 2009.
Event ini menuai sukses besar karena bisa berjalan dengan aman dan lancar juga menghasilkan sebuah rumusan yang kelak berguna bagi kelestarian laut di dunia untuk jangka waktu yang panjang, berhasil menunjukkan kalau Indonesia sebagai negara aman di saat suhu keamanan dan politik dalam negeri berada dalam kondisi yang panas.
Tapi yang sangat disesalkan, upaya membuktikan bahwa Indonesia itu aman dirusak oleh teroris biadab lewat bom bunuh diri di dua hotel kenamaan di ibukota yang bertaraf internasional di kawasan pusat bisnis Mega Kuningan Jakarta, JW Marriot dan Ritz Carlton.
Citra Indonesia sebagai negara aman setelah dicederai sejumlah aksi bom oleh teroris beberapa tahun silam kembali tercoreng. Apalagi saat ini suhu politik di tingkat elite politik terkait hasil Pilpres ikut membuat keadaan tidak menentu bahkan pada tingkat paling berbahaya bisa terjadi disintegrasi Indonesia.
Dan dalam situasi ini, Kota Manado kembali menjadi tolak ukur di mata dunia melalui ajang fistival bahari tingkat dunia, Sail Bunaken. Ajang yang akan berlangsung 12-20 Agustus 2008 ini akan dihadiri utusan dari 33 negara bersama kapal-kapal mereka.

Maskot Sail Bunaken 2009

Maskot Sail Bunaken 2009

Dapat dikatakan ajang ini tidak lagi sebagai sebuah festival berupa parade kapal-kapal, tetapi sudah menjadi pertaruhan nama baik bangsa dan negara Indonesia. Melihat beban yang sangat besar pada ajang ini, artiya harga mati event Sail Bunaken harus berlangsung sukses.
Tak heran kalau perhatian Pemerintah Pusat terhadap ajang ini sangat besar. Namun hal itu akan menjadi sia-sia kalau saja masyarakat Kota Manado tidak memberikan perannya. Peran masyarakat itu bisa dilakukan dengan berbagai hal sesuai dengan porsi dan kemampuannya masing-masing, mulai dari menciptakan lingkungan bersih, menjaga ketertiban, sampai mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut tamu-tamu yang datang dari berbagai negara. (more…)

Read Full Post »