Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘staf khusus presiden bidang hukum’

cicak vs buayaRendah hati, itulah sikap yang ditunjukkan oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri yang meminta maaf atas pernyataan ‘cicak dan buaya’ yang dilansir Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Susno Duadji, beberapa saat lalu.
Langkah Kapolri itu bisa dimengerti. Bagaimanapun, istilah ‘cicak dan buaya’ adalah pernyataan oknum pejabat Polri dan bukan pernyataan institusi Polri. Namun, akibatnya sudah dirasakan berdampak negatif. Seakan Polri itu buaya yang berkonotasi buruk, apalagi sudah ada istilah buaya darat di kalangan rakyat. Itulah sebabnya, Kapolri meminta maaf dan tentu kita apresiasi.
Dalam acara yang dimoderatori Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Senin (2/11), Kapolri telah meminta media massa tidak lagi menggunakan istilah ‘cicak dan buaya’.
Bahkan dengan lugas dan penuh kerendahan Kapolri menyatakan bahwa daya adalah bagian dari cicak. Penyidik di KPK adalah anggota Polri. Dan sebagai seorang pimpinan Polri dia menyatakan permintaan maaf atas pernyataan oknum anggota Polri. Kapolri menegaskan akan ada langkah konkret yang akan diambil terhadap Susno Duadji sebagai Kabareskrim Polri.
Kapolri memang perlu menjelaskan penanganan kasus KPK sampai penahanan Wakil Ketua (nonaktif) KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, sebagaimana pernah ia sampaikan dalam berbagai kesempatan.
Dalam hal ini, ada baiknya Kapolri menanggapi besarnya dukungan publik yang meminta penangguhan penahanan terhadap Bibit dan Chandra. Hal itu bisa didiskusikan dan dibahas di internal dulu.
Kapolri juga perlu memperhatikan pernyataan Staf Khusus Presiden bidang Hukum Denny Indrayana yang menyatakan bukti-bukti dan sangkaan yang disampaikan Mabes Polri terkait kasus dugaan suap yang melibatkan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Bibit Samad Riyanto dan Chandra Hamzah, meragukan. (more…)

Read Full Post »